daerah

10 Tahun Terisolasi, Warga Baumata Patungan Rp40 Ribu Per KK Perbaiki Jalan Sendiri

Kupang, SonafNTT-News.com. Selama satu dekade hidup dalam keterisolasian, warga RT 10 RW 5 dan RT 06 Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, akhirnya memilih tidak lagi menunggu. Tanpa alat berat, tanpa proyek pemerintah, dan tanpa papan anggaran, mereka bergerak dengan cara sederhana: patungan Rp40 ribu per Kepala Keluarga (KK).

Dari hasil iuran itu, warga membeli dan menurunkan material tanah putih untuk menutup badan jalan yang rusak parah. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk permukiman yang selama ini berubah menjadi lumpur pekat saat hujan turun dan terputus ketika kali meluap.

(Warga  sementara gotong royong perbaiki ruas Jalan  Baumata,dok.kamis sore,19/2/2026)

 

Swadaya di Tengah Minimnya Perhatian

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap KK sepakat mengumpulkan dana Rp40 ribu demi menghadirkan akses darurat. Nominal itu mungkin kecil di atas kertas, namun bagi warga desa, itu adalah bentuk pengorbanan nyata di tengah keterbatasan ekonomi.

Yohanes Seran, salah satu warga, menegaskan bahwa langkah ini bukan solusi permanen.

“Kami hanya ingin jalan bisa dilewati. Ini swadaya sementara. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, agar jalan ini dibangun sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya kepada awak media,Kamis 19/2/2026.

Bukan Sekadar Infrastruktur, Ini Soal Keadilan

Kondisi jalan yang rusak selama 10 tahun telah berdampak langsung pada pendidikan anak-anak, akses layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi warga. Saat musim hujan, kendaraan tak bisa melintas. Anak-anak terpaksa absen sekolah, warga sakit kesulitan menuju puskesmas, dan distribusi kebutuhan pokok tersendat bahkan sulit ke tempat ibadah.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *