100 Hari Chris–Serena: Bukti Nyata Pemimpin Muda, Bangun Kota Kupang
Kupang, Sonaf NTT-News.com. Pemerintah Kota Kupang melaksanakan kegiatan media gathering untuk menyampaikan secara terbuka ke publik guna menyajikan capaian kinerja dr. Christian Widodo dan Serena Francis usai dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Kupang. Dalam waktu yang relatif singkat itu, keduanya membuktikan bahwa usia muda bukan hambatan untuk memimpin dengan hati, keberanian, dan hasil nyata.
Pantauan media, kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Harper yang dihadiri oleh Anggota DPRD NTT Filmon Loasana, Ketua DPRD Kota Kupang Richard Odja, Anggota DPRD Kota Kupang Roy Riwu Kaho, Pimpinan OPD Lingkup Kota Kupang, Insan Pers, Kamis 20/8/2025.
Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis untuk menyampaikan capaian kinerja selama 100 hari kerja saat usai dilantik bersama wakil walikota kùpang.
Walikota Christian Widodo menguraikan bahwa peringatan 100 hari kerja, memaparkan sederet capaian nyata yang telah membawa dampak langsung bagi masyarakat. Di bidang kebersihan, sistem pengelolaan sampah terpadu kini diterapkan di enam kecamatan, dengan target hanya 15% sampah menuju TPA. Sebanyak 1347 tempat sampah RT telah disebar, dan 50 truk sampah dilengkapi GPS untuk monitoring efektif.
Tenaga kebersihan pun mendapat perhatian khusus melalui insentif Sabtu-Minggu sebesar Rp500.000 untuk 382 petugas, guna meningkatkan semangat kerja menjaga lingkungan kota.
Di sektor ekonomi rakyat, pemerintah menyediakan lapak gratis bagi 600 UMKM di taman kota (Saboak Sunday Market), yang kini mencatat omzet ratusan juta rupiah setiap akhir pekan. Legalitas usaha juga dibantu agar UMKM bisa mengakses pelatihan dan bantuan dari pemerintah maupun LSM.
Untuk pelayanan kesehatan, Pemkot menyiapkan dana darurat Rp3 miliar di RSUD bagi pasien tanpa BPJS aktif atau identitas lengkap, memastikan tak ada warga yang ditolak karena persoalan administrasi.
Tak hanya itu, Pemkot juga mengajukan proposal pembangunan TPST dan instalasi pengolahan tinja senilai Rp120 miliar, yang kini telah mendapat atensi dari pemerintah pusat.
Semua ini dijalankan melalui pendekatan kolaboratif dan transparan, menjadikan 100 hari Chris–Serena bukan sekadar simbol, tapi bukti nyata bahwa pemimpin muda bisa bekerja cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan rakyat.
Menurutnya, melalui pendekatan kolaboratif, transparan, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, Chris–Serena menjawab keraguan dengan tindakan. Mulai dari kebersihan kota, kesehatan, kesejahteraan ASN dan guru, hingga pemberdayaan UMKM—semua berjalan bukan sekadar di atas kertas, tapi dirasakan langsung oleh warga.
