181 Mahasiswa STISIP Fajar Timur Atambua Menerima Beasiswa Dari Kemendikbud RI .

Atambua,SonafNtt – News.Com. Sebanyak 181 Mahasiswa/i Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik STISIP Fajar Timur Atambua, Perbatasan RI – RDTL menerima beasiswa dari Pemerintah Republik Indonesia (Kementerian  Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, melalui lembaga layanan pendidikan tinggi wilayah XV Nusa Tenggara Timur ).

Hal ini disampaikan oleh Dosen STISIP FTA Frangky Bere,Jumat ( 17/12/2021). 

Dikatakan  dalam keterangan tertulisnya itu bahwa, sepanjang tahun 2021, sejumlah beasiswa yang diterima mahasiswa /i asal Kabupaten Belu dan Kabupaten malaka tersebut diberikan meliputi, Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) sebanyak 15 orang sebagai penerimanya.

Bantuan tersebut diberikan selama kuliah 4 (Empat ) tahun, terhitung dari semester 1 (satu) hingga mencapai semester delapan sebesar Rp. 4.800 ( empat juta delapan ratus ribu rupiah )  per – semesternya.

” Lalu, uang kuliah tunggak (UKT) diberikan kepada 160 mahasiswa/i semester 3, 5,7 dan 9 ( tiga, lima, tujuh dan sembilan )

dengan jumlah nominalnya sebesar Rp. 2.400 ( Dua juta empat ratus ribu rupiah )  per- mahasiswa.

 Kemudian, beasiswa dari Gubernur Nusa Tenggara Timur untuk enam orang mahasiswa/i sebesar Rp. 4.000.000 ( Empat juta rupiah ) yang langsung ditransfer kepada Nomer rekening mahasiswa yang bersangkutan,” Tulisnya dalam keterangan tertulis itu.

Adapun tujuan diberikan beasiswa itu, untuk membantu meringankan biaya keluarga – keluarga miskin ( Kurang Mampu ) terutama yang terdampak covid –  19.

”  Disamping itu juga,  memberikan kesempatan dan peluang kepada putra – putri terbaik asal Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka untuk mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi, terutama pada Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fajar Timur. 

Atas segala perhatian dan kepedulian Pemerintah Republik Indonesia ini, kami dari Kampus STISIP FTA sangat  mengapresiasi hal ini, karena sebagai hal yang sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ),” Tutupnya. ( DF/ SN ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *