2.963 KK Warga TTU Terdampak Pasca Badai Seroja Tiga Pekan Lalu

Kefamenanu,sonafntt-news.com. Pasca Badai Seroja yang terjadi tiga pekan lalu membuat seluruh aktifitas terhambat dan hal ini turut dirasakan oleh masyarakat Kabupaten TTU dimana berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah masyarakat terdampak pasca badai seroja sebanyak 2.963 KK dan saat ini sementara dilakukan penanganan darurat sesuai ketentuan yang berlaku .

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten TTU Dra.Yosefina.AL.M.Lake saat ditemui oleh awak media di ruang kerja,Kamis 22 April 2021.

Yosefina menjelaskan bahwa pasca badai seroja tanggal 4 April 2021 tiga desa atau Kelurahan yang paling terdampak yakni Kelurahan Maubeli,Kefamenanu Selatan,dan Benpasi.Untuk diketahui saat itu 185 KK berada di tempat pengungsian yang terdiri dari lima lokasi yakni kantor lurah Benpasi, polindes Maubeli, Banser, dan rumah penduduk.

Pasca bencana tanggal 4 April Pemerintah Daerah Daerah Kabupaten TTU sudah melakukan penanganan melalui makanan, peralatan dapur, bantuan sembako,terpal,tikar dan obat-obatan,tuturnya.

Yosefina menguraikan bahwa data yang rilis hingga saat ini masyarakat TTU yang terdampak pasca badai seroja sebanyak 2.963 KK termasuk warga yang kebun,sawah dan bangunan rumah rusak.

“Untuk bangunan rumah warga dengan kategori rusak berat sebanyak 31 KK,rusak sedang 44 KK,rusak ringan 397 KK. Data yang masuk selanjutnya dikaji ulang dan mengalami perubahan dimana sesuai kondisi di lapangan adanya 194 KK yang bangunan rumahnya rusak yang terdiri dari rusak 64 KM, rusak sedang 40 KK dan rusak ringan 90 KK.

Data tersebut sudah dilaporkan kepada pemerintah pusat dan sesuai hasil koordinasi pemerintah meminta agar menyampaikan data yang akurat by name addres dengan mencantumkan nama KK,alamat rumah, alamat Desa/Kelurahan dan Kecamatan sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran.Selain itu, Pemerintah pusat siap membantu warga yang terdampak dengan rincian rusak berat 50 juta, rusak sedang 25 juta dan rusak ringan 10 juta namun data yang diberikan harus benar-benar valid,tegas Yosefina

Sementara bantuan darurat melalui sembako yang disalurkan hingga saat ini sebanyak 1200 KK yang tersebar di 24 Kecamatan dan bantuan yang masuk sejauh ini bersumber dari pemerintah pusat,pemerintah Provinsi NTT berupa logistik 4 ton,genset buah.Selain itu adanya bantuan dari pihak ketiga seperti BRI Bank Mandiri ,Bank NTT.(Mf/SN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *