30 Unit Traktor Roda 2, 15 Ton Benih Jagung dan 10 Unit Pompa Air untuk Rote Ndao, Usman Husin Tegaskan Bantuan Gratis Siap Tingkatkan Produktivitas Pertanian

IMG-20260710-WA0024

Jakarta, SonafNTT-News.com — Kabar baik bagi kelompok tani di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Puluhan alat dan mesin pertanian (alsintan), termasuk 30 unit traktor roda dua, 10 unit pompa air, serta 15 ton benih jagung hibrida untuk pengembangan lahan seluas 1.000 hektare, disiapkan untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian di daerah tersebut.

Anggota DPR RI Usman Husin kepada wartawan pada sabtu 10/10/2026 menjelaskan bahwa bantuan tersebut melalui aspirasi Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II, dijadwalkan diserahkan langsung kepada kelompok tani penerima pada 20 Oktober 2026.

Ia lanjut menyampaikan, berkat kerjasama yang baik seluruh tim seluruh alsintan telah tiba di gudang pertanian Kabupaten Rote Ndao dan sedang dipersiapkan untuk proses penyaluran.

Kehadiran bantuan ini diharapkan menjadi dorongan bagi petani untuk mengoptimalkan pengolahan lahan, mendukung ketersediaan air bagi kegiatan pertanian, serta memperluas pengembangan komoditas jagung sesuai kondisi lahan dan kebutuhan di lapangan.

30 Traktor, 10 Pompa Air, hingga 15 Ton Benih Jagung

Menurut Usman Husin, Bantuan yang disiapkan untuk kelompok tani di Rote Ndao mencakup berbagai sarana produksi pertanian, mulai dari alat pengolahan tanah hingga benih untuk pengembangan tanaman pangan.

Adapun bantuan tersebut terdiri atas 30 unit traktor roda dua, 10 unit pompa air, 5 unit mesin tanam padi atau rice transplanter, 50 unit hand sprayer, serta 5 unit mesin perontok hasil panen atau power thresher.

Selain itu, tersedia 15 ton benih jagung hibrida yang dialokasikan untuk mendukung pengembangan lahan seluas 1.000 hektare.

Dalam kesempatan itu, bantuan harus dikelola dengan baik dan berpotensi membantu kelompok tani meningkatkan efisiensi pekerjaan pertanian. Traktor roda dua dapat mempercepat pengolahan tanah, sedangkan pompa air dapat menunjang kebutuhan pengairan apabila tersedia sumber air yang memadai.

Sementara itu, benih jagung hibrida diharapkan mendukung kegiatan budidaya pada lahan yang telah disiapkan. Keberhasilan pengembangannya tetap bergantung pada kesesuaian lahan, kondisi cuaca, ketersediaan air, teknik budidaya, dan pemeliharaan tanaman.

Usman Husin Tegaskan Bantuan Gratis, Petani Tidak Boleh Dibebani Pungutan

Di tengah persiapan penyaluran bantuan, Usman Husin menegaskan bahwa seluruh alsintan dan benih jagung yang disalurkan melalui aspirasinya diberikan secara gratis kepada kelompok tani penerima.

Tidak boleh ada pungutan biaya apapun yang dibebankan kepada petani untuk memperoleh bantuan tersebut.

Sambungnya, Kelompok tani diminta memahami mekanisme penyaluran dan mengikuti ketentuan yang berlaku. Apabila terdapat pihak yang meminta pembayaran dengan alasan untuk meloloskan atau mempercepat penerimaan bantuan, petani perlu melakukan klarifikasi melalui saluran resmi.

“Prinsip bantuan tanpa pungutan diharapkan memberikan kepastian kepada kelompok tani sekaligus mendorong penyaluran yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bantuan pertanian yang diperuntukkan bagi petani semestinya dimanfaatkan sesuai tujuan program, bukan menjadi beban biaya tambahan bagi penerima” ujarnya

Ketua dan Seluruh Anggota Kelompok Tani Wajib Hadir

Untuk memastikan bantuan diterima oleh kelompok yang berhak, Usman Husin juga menekankan pentingnya kehadiran langsung penerima saat proses penyerahan.

Ketua dan seluruh anggota kelompok tani penerima diwajibkan hadir untuk menandatangani berita acara penerimaan bantuan. Kehadiran tersebut tidak boleh diwakilkan kepada orang lain.

Ketentuan ini dimaksudkan untuk mendukung tertib administrasi, memastikan identitas penerima, serta memperjelas tanggung jawab kelompok tani dalam mengelola dan memanfaatkan bantuan yang diterima.

Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin jug menegaskan, Pengelolaan alsintan secara kolektif juga menjadi hal penting agar peralatan tidak hanya dimanfaatkan oleh segelintir anggota, tetapi dapat menunjang kegiatan pertanian kelompok sesuai kebutuhan dan kesepakatan bersama.

Dorong Pengembangan 1.000 Hektare Lahan Jagung

Anggota DPR RI Usman Husin Dapil NTT II lebih jauh menjelaskan bahwa salah satu komponen penting dalam paket bantuan ini adalah 15 ton benih jagung hibrida untuk mendukung pengembangan lahan seluas 1.000 hektare.

Menurutnya, Pengembangan tersebut membuka peluang bagi kelompok tani untuk memperluas kegiatan budidaya jagung dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang sesuai.

Namun, peningkatan produktivitas tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan benih. Petani juga memerlukan dukungan pengolahan lahan, pengairan sesuai kebutuhan, pemupukan yang tepat, pengendalian hama dan penyakit, serta pendampingan teknis selama musim tanam.

Karena itu, pemanfaatan benih dan alsintan secara terencana menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung keberhasilan kegiatan pertanian.

“ berbagai sarana harus dimanfaatkan sesuai peruntukan dan bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi usaha tani dan membuka peluang peningkatan pendapatan petani “ ujarnya

Usman Husin Dijadwalkan Turun Langsung ke Rote Ndao

Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI dari Dapil NTT II yang meliputi wilayah Timor, Sumba, Rote, dan Sabu, Usman Husin jadwalkan akan hadir langsung di Kabupaten Rote Ndao untuk menyerahkan bantuan kepada kelompok tani penerima pada 20 Oktober 2026.

“ saya akan turun langsung serahkan bantuan alsintan bagi kelompok Tani.Penyerahan secara langsung tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan yang telah tersedia di gudang dapat disalurkan kepada kelompok tani sesuai peruntukannya” pungkasnya

Ia juga menyentil Kehadiran ĺangsung untuk melihat Tahap penyerahan karena menjadi momentum bagi penerima untuk memastikan kelengkapan administrasi dan memahami tanggung jawab dalam memanfaatkan bantuan.

Usman Husin juga menegaskan bahwa Sinergi antara kelompok tani, pendamping pertanian, Dinas Pertanian dan pihak terkait juga diperlukan agar bantuan tidak berhenti pada tahap penyerahan, tetapi benar-benar mendukung kegiatan produksi di lapangan.

“ penyaluran yang tepat sasaran dan pemanfaatan yang bertanggung jawab, bantuan ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat usaha tani, meningkatkan efisiensi kerja, dan mendukung produktivitas pertanian di Rote Ndao” ujarnya