KADIN NTT siap Dukung Penuh Program Makan Bergizi Gratis
Jakarta, Sonaf NTT- News.çom. Badan Pengurus Daerah Kamar Dagang dan Industri ( Kadin) Nusa Tenggara Timur menyatakan siap mendukung penuh Program Prioritas Pemerintah Pusat dan salah satunya Makan Bergizi Gratis dengan tujuan ke depan menekan angka Stunting serta menyiapkan generasi yang cerdas dan berkarakter dengan memanfaatkan potensi yang ada
Demikian keterangan Ketua DPD Kadin NTT Boby Lianto saat mengikuti sosialisasi program makan bergizi gratis bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Longe KADIN Indonesia, (Menara KADIN Indonesia) di lantai 29 Jalan H.R Rasuna Said X-5, Jakarta, Kamis 13 Maret 2025.
Acara sosialisasi ini yang dihadiri langsung oleh Kepala BGN Prof. Dadan Hidayana menjelaskan secara lengkap kepada para pengurus KADIN Indonesia dan juga dipandu oleh Ketua KADIN Indonesia Bapak Anindya Novian Bakrie dan dihadiri oleh seluruh ketua umum KADIN provinsi se-Indonesia dan juga Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto
Dalam acara tersebut, Badan Gizi Nasional akan melakukan MoU yang akan ditandatangani besok rencananya tanggal 14 Maret 2025 yaitu KADIN dan diharapkan semua KADIN Provinsi dan daerah mendukung Program Makan Bergizi Gratis ini melalui secara mikro dan makro dan juga supporting di dapur membentuk SPPG membantu di daerah-daerah dan juga secara makro menyuplai bahan bahan baku atas penjelasan bahan-bahan baku untuk SPPG yang ada.
Dalam penjelasan tersebut, Profesor Dadan menyampaikan sudah dimulai program ini dan memang baru sedikit, maka dari itu melalui MoU ini KADIN diberikan target 1000 dapur untuk dapat menyuplai
Anindya Bakri menyampaikan siap dan juga seluruh ketua – ketua umum KADIN provinsi juga menyampaikan kesediaanya untuk mendukung
Seementara Bobby Lianto Ketua Umum KADIN NTT menyampaikan bahwa, “Kami akan segera melakukan dan mensupport untuk dapur-dapur yang ada, ” Ujarnya
Dalam kesempatan tersebut Bobby Lianto juga mengusulkan agar pemerintah menyiapkakan skema yang tepat dalam pelaksanaan program makanan gratis di desa-desa di NTT yang terpencil dan hal ini harus menjadi perhatian juga penerapan makanan bergizi dalam melayani mereka.
Ia berharap KADIN Kabupaten untuk mendukung dapur-dapur di Kabupaten atau daerah dalam makan gratis bergizi
Dalam hal tersebut, Bobby Lianto menyatakan bahwa produksi produk UMKM dari lokal akan menjadi prioritas Karena di lapangan yang terjadi tentu harga yang kurang bersaing karena biaya UMKM atau biaya produksi di daerah lebih mahal ketimbang produk atau barang dari Jawa.
“ untuk bidang peternakan, bahan pakannya ternak masih berasal dari Jawa maka dari itu perlu pertimbangan agar produk-produk ini asli lokal NTT lebih diprioritaskan” ungkapnya
