Dukung Keamanan Perbatasan, Bupati TTU Berikan Pembekalan Bagi Personel Satgas Pamtas RI Yonarhanud II Sebagai Sebelum Jalankan Tugas di Perbatasan TTU- RDTL
Malang, Sonaf NTT-News.com. Bupati Timor Tengah Utara Falentinus D.Kebo diberikan kepercayaan memberikan materi pembekalan bagi Personel Satgas Pamtas RI Yonarhanud II Kostrad di Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut berlangsung di aula alap alap yon arhanudri II tepat pukul 10.00 wib, rabu 23/4/2025.
Pangdivif II kostrad Mayjen TNI Susilo diawal sambutannya menyampaikan Selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Bupati TTU yang sudah memenuhi undangan untuk berbagi pengalaman tentang kondisi riil di Kabupaten TTU yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.
“ ini semua karena berkat kemurahan Tuhan sehingga bisa bertemu untuk saling mengisi dengan spirit yang sama yakni membangun bangsa dan daerah “ ungkapnya
Mayjen TNI Susilo menyebut, Bupati TTU, merupakan akmil angkatan Tahun 1999 dan
suatu kehormatan bagi kami, bapak bupati berkenan memberikan arahan tentang kabupaten TTU dan memperkuat sinergitas dalam membangun bangsa dengan mengoptimalkan tugas dan peran masing-masing.
Ia menegaskan, sebagai pangdivif II kostrad percaya bahwa semangat para personil akan bisa menjaga wilayah perbatasan indonesia t khususnya kabupaten Timor Tengah Utara dengan Negara Timor Leste.
Sementara Bupati TTU Falentinus D.Kebo dalam sambutanya menyampaikan terima kasih kepercayaan untuk memberikan arahan bagi personel Satgas Pamtas RI – RDTL.
Diuraikan, bahwa dari aspek topografis, sebanyak 177,60 km² (6,63%) memiliki ketinggian kurang dari 100 meter di atas permukaan laut; sementara 1.449,45 km² (56,17%) berketinggian 100 meter sampai 500 meter di atas permukaan laut dan sisanya 993,19 km² (37,20%) adalah daerah dengan ketinggian di atas 500 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan data topografi, wilayah ini berada pada kemiringan kurang dari 400 dengan luas 2,065,19 km2 atau 77,4 % dari luas wilayah Timor Tengah Utara; sedangkan sisanya 604,51 km² atau 22,6 % mempunyai kemiringan lebih dari 400, wilayah dengan kemiringan kurang dari 400 sebagian besar berada pada ketinggian kurang dari 500 meter di atas permukaan laut yakni seluas 1676,51 km² atau 62,8 %. Dari 174 desa/kelurahan, terdapat 9 desa yang dikategorikan ke dalam desa pantai yakni desa Oepuah (Biboki Selatan), Humusu C, dan Oesoko (Insana Utara) serta Nonotbatan, Maukabatan, Tuamese, Oemanu, Motadik, dan Ponu (Biboki Anleu), sedangkan sisa 165 desa lainnya yang tersebar di 24 wilayah kecamatan yang ada merupakan desa/daerah bukan pantai
Sementara di bagian utara Kabupaten Timor Tengah Utara yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Ambenu (wilayah negara Timor Leste). Diketahui Sumber-sumber air tersebut terletak di dataran yang agak tinggi. Hal ini memang menguntungkan, karena air dari letak ketinggian tersebut dapat dialirkan ke daerah daerah yang lebih rendah. Selain sumber-sumber mata air tersebut, ternyata Kabupaten Timor Tengah Utara juga banyak ditemukan aliran sungai yang mengalirkan air sepanjang tahun, meskipun pada musim kemarau debitnya menurun drastis. Sungai-sungai tersebut antara lain Noeltoko, Nabesi, Taisola, Noel Muti, Haekto, Naen, Maubesi, Mena/Kaubele, Ponu, dan beberapa anak sungai lainnya.
Sementara Kondisi sosial budaya di Kecamatan Ambenu, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste umumnya masih dipengaruhi budaya yang kuat antara masyarakat indonesia dan Timor leste dan hal ini tercermin melalui interaksi sosial budaya dan juga berdampak terhadap interaksi ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Dijelaskan pula, persoalan perbatasan yang berlarut-larut di Kecamatan Ambenu, Nusa Tenggara Timur, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, meliputi sengketa wilayah, perbedaan tafsir batas, dan klaim lahan.
“ Perbedaan interpretasi mengenai batas wilayah berdasarkan kesepakatan serta perbedaan antara kesepakatan dengan kondisi lapangan.Selain itu, belum adanya kesesuaian data di lapangan dengan data yang disepakati dalam perjanjian,hal ini yang menjadi penyebab sengketa” ungkapnya
Ia tegaskan penyelesaian sengketa perbatasan biasanya dilakukan melalui diplomasi dan perundingan, namun prosesnya bisa memakan waktu yang cukup lama sedangkan secara keseluruhan, masyarakat Ambenu memiliki karakteristik unik yang mencerminkan letak geografisnya yang strategis dan interaksinya yang erat dengan Timor Leste dimana sebagian besar masyarakat bekerja di sektor peternakan, pertanian dan perikanan di pesisir
Ia menambahkan letak perbatasan juga memberikan dampak terhadap aspek keamanan, transportasi dan pendidikan mengingat di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan dan tugas kita bersama memberikan edukasi sesuai tugas dan peran masing-masing agar wilayah perbatasan selalu aman serta bebas dari berbagai gangguan.
