daerah

Dukung Kebersihan Lingkungan Sekolah, SD Inpres Liliba Butuh Lima Paket Bak Sampah

Kupang,Sonaf NTT- News.com. Kebersihan Lingkungan sekolah merupakan salah satu indikator yang mendukung siswa bisa belajar dengan optimal sesuai tingkatannya dan berdampak terhadap prestasi serta kualitas layanan pendidikan di masa mendatang oleh karena itu kami SD Inpres Liliba membutuhkan Lima Bak Sampah mengingat lingkungan sekolah memiliki luas 1650 M2

“ Kami SD Inpres Liliba butuh 5 Bak sampah yang berwarna Kuning, Merah dan Hijau untuk memudahkan penataan sampah, memastikan lingkungan sekolah selalu bersih serta bebas dari berbagai polusi yang mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar”

Demikian keterangan Kepala Sekolah SD Inpres Liliba, Yohanes J.Tukan, SPd, saat di temui di ruang kerjanya, senin 28/4/2025.

Yohanes Tukan menguraikan bahwa Penataan sampah di lingkungan sekolah dan kebersihan ruangan Belajar merupakan salah satu program prioritas yang sudah dilakukan dengan tujuan saat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung siswa bisa belajar dengan efektif dan bisa berkembang sehingga menjadi anak yang cerdas dan berprestasi.

“ Penanganan sampah di sekolah harus menjadi tanggung jawab bersama dengan mengoptimalkan tugas dan peran masing-masing yang diwujudkan melalui kerja-kerja cerdas yang bermuara terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan” ungkapnya

Kepsek SD Inpres Liliba lebih lanjut menguraikan bahwa saat dipercayakan sebagai kepala sekolah memiliki dua tekad besar yakni mewujudkan sekolah yang hijau dan tempat bermain anak yang nyaman oleh karena itu pada tahun 2020 kami membangun kerja sama dengan BPDAS NTT melakukan penanaman pohon di area sekolah dan membuat taman. Selain itu, Tahun 2022 kami dapat bantuan tempat sampah dari pemerintah Kota Kupang dan untuk mendukung lingkungan sekolah yang bersih kami pernah membuat project pengolahan sampah melalui benda-benda seni yang bernilai ekonomis dan setiap pagi sebelum jam belajar kami memberikan himbauan bagi siswa untuk menjaga kebersihan

“Hari jumat dijadikan sebagai hari bakti dan Hari Sabtu ibadah bersama dan ekstrakurikuler, sanggar seni dengan nama aroma santa lum, bahkan berkat kerjasama Childfund Indonesia pamerkan hasil karya siswa di Kabupaten Sikka dan melalui kolaborasi yang baik para siswa tahun 2024 ikut lomba sanggar dimana berhasil juara 3 tingkat kota Kupang” ungkapanya”

Ia menegaskan, melalui edukasi yang baik para siswa-siswi hingga saat ini sudah mengikuti praktek pemilahan sampah yang baik yakni Bak Kuning untuk sampah plastik, bak hijau untuk sisah makanan dan bak merah untuk sampah yang tidak bisa diurai sedangkan Kamar dan WC selalu dijaga kebersihannya karena ada cleaning service dan penjaga sekolah bahkan untuk menjaga kebersihan sekolah kami mengikuti pola yang di Pemerintah kelurahan dimana membuang sampah pukul 18.00-06.00 di TPS yang dari kelurahan

Sementara berdasarkan pantauan lapangan hingga saat ini belum ada papan himbauan bebas merokok, papan slogan “Memerintah untuk melayani”yang dicanangkan pemerintah Kota Kupang sebagai edukasi untuk mensukseskan agenda pembangunan bahkan terlihat adanya satu bak sampah warna kuning yang belum tertata rapi di depan halaman sekolah.

 

(Nampak salah satu bak sampah yang tidak beraturan dan sedang tarik oleh salah satu siswa)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *