Arisan Jurnalis NTT Jadi Rumah Berpikir, Ajang Berbagi dan Menelurkan Gagasan
Kupang, Sonaf NTT-News.com. Sebuah inisiatif unik dan penuh makna lahir dari belasan jurnalis Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bermukim di Kota Kupang.
Pada Minggu siang, 25 Mei 2025, Pukul 14.00 Wita, mereka berkumpul dalam suasana akrab di kediaman Jurnalis Initimur.id, Joe Radha, yang terletak di kawasan sejuk Venun-Baumata.
Pertemuan ini bukan saja agenda rutin, tetapi menjadi penanda lahirnya sebuah wadah baru, yakni Arisan Jurnalis NTT.
Inisiatif ini bukan arisan biasa. Meski berbalut nama “arisan”, sesungguhnya ada nilai lebih dalam setiap pertemuannya.
Di sinilah ruang saling berbagi cerita, menguatkan satu sama lain, dan membangun solidaritas di tengah medan kerja jurnalistik yang tak jarang penuh tekanan.
“Ini bukan hanya tempat untuk setor uang arisan lalu pulang. Lebih dari itu, ini menjadi rumah berpikir bagi kita para jurnalis,” ujar Gusti Rikarno, jurnalis Cakrawala NTT sekaligus Ketua Arisan.
Menurut Gusti, pertemuan bulanan ini diharapkan menjadi ruang diskusi yang hangat dan produktif.
Para jurnalis bisa saling bertukar pikiran, menggagas ide-ide liputan yang berdampak, hingga mendiskusikan tantangan profesi secara lebih terbuka.
“Di sini, kita bisa melepaskan penat, sambil tetap memantik ide-ide jurnalistik yang segar. Ini bukan forum formal, tapi justru di sinilah letak kekuatannya,” ungkap Gusti sembari tersenyum.
Dukungan terhadap terbentuknya wadah ini pun datang dari sejumlah jurnalis senior.
Anton Taolin, salah satu jurnalis kawakan di NTT, memandang pertemuan ini sebagai bentuk nyata dari semangat kolegialitas di antara para pewarta.
“Kadang kita terlalu sibuk mengejar tenggat dan melupakan pentingnya berhenti sejenak untuk saling mendengar. Ini forum yang luar biasa. Kita perlu teruskan,” kata Anton saat memberi komentarnya dalam pertemuan perdana tersebut.
Senada dengan itu, Frans Pati Herin, jurnalis Kompas yang juga dikenal sebagai penulis buku, mengapresiasi kehadiran forum ini sebagai oase bagi para jurnalis.
“Forum ini bisa menjadi tempat menyegarkan semangat, dan menjadi ruang refleksi bersama. Kita bisa membicarakan hal-hal penting dalam profesi kita dengan santai, tapi tetap substansial,” ujar Frans, yang juga akan menjadi tuan rumah pada pertemuan selanjutnya.
Semua sepakat, Arisan Jurnalis NTT bukan semata forum sosial, melainkan juga medium untuk meneguhkan nilai-nilai kebersamaan dan komitmen terhadap kualitas jurnalistik.
Di tengah dunia yang serba cepat dan kompetitif, langkah kecil ini menjadi pengingat akan pentingnya kembali pada akar seperti saling berbagi, berdiskusi, dan meneguhkan.
Seperti kata Anton Taolin, “Kadang ide-ide besar lahir dari ruang-ruang kecil dan santai seperti ini. Mari jaga semangatnya.”
Menariknya, pertemuan kedua yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 29 Juni 2025, akan dilangsungkan di kediaman Frans Pati Herin di Kelurahan Belo.
Agenda kali ini akan semakin istimewa karena akan diisi dengan bedah buku karya Frans sendiri oleh para anggota arisan, sebelum kemudian dilanjutkan dengan sesi arisan seperti biasa.
Para anggota menganggap bedah buku ini sebagai bentuk pengayaan wacana dan intelektualitas di kalangan jurnalis.
“Kita ingin menjadikan kegiatan ini sebagai ruang literasi juga. Kita belajar dari karya teman sendiri, dan itu menjadi sumber inspirasi bagi semua,” tutup Ronis Natom yang disambut anggukan kepala Lius Seran.
