Olahraga

Gubernur Melki Setuju Sepak Bola Dijadikan Industri, Tapi Ingatkan Soal Pola dan Keuntungan bagi Daerah

Kupang, Sonaf NTT-News.com. Pengurus Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI NTT terus bergerak melakukan langkah konkrit guna mendukung kemajuan sepakbola bola NTT dan hal tersebut ditandai dengan audiensi bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.

 

Chris Mboeik selaku ketua dalam keterangannya menyampaikan bahwa Persoalan sepakbola yang didiskusikan antara lain pelaksanaan kompetisi resmi PSSI 2025, Soeratin Cup U-13, U-15, dan U-17, Piala Pertiwi Beach Soccer 2025, dan persiapan Liga 4 El Tari Memorial Cup.

Menurut Chris Mboeik, animo pencinta sepak bola di NTT sangat luar biasa, dan jika berhasil didorong menjadi industri dan dikelola secara baik, akan menjadi sumber PAD bagi pemerintah daerah. Chris mencontohkan, selain dari penjualan tiket, sumber PAD bisa juga datang dari pengelolaan parkir dan penjualan berbagai merchandise._ Perhatian pada Soeratin Cup, contohnya, perlu diperkuat sebagai turnamen yang menyemai bibit-bibit pesepakbola handal NTT.

“Terkait dengan Soeratin Cup, saya pikir saya setuju. Buat yang bagus. Kalau mau dibikin pakai Piala Gubernur pun boleh, Gubernur Soeratin Cup. Biar makin ramai,” ujar Gubernur.

Menanggapi maksud dari pertemuan tersebut
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, memberikan dukungannya terhadap gagasan yang dilontarkan oleh perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI NTT agar sepak bola di wilayah ini mulai diarahkan menjadi sebuah industri. Menurutnya, transformasi sepak bola dari sekadar kegiatan olahraga menjadi sektor industri sangat memungkinkan, asalkan dikelola dengan pola yang tepat dan berpihak pada kemajuan daerah,ujar Gubernur Melki saat menerima audiensi dari Asprov PSSI NTT yang dipimpin oleh Chris Mboeik di Ruang Kerja Gubernur, Senin (07/07/2025). Dalam audiensi, Gubernur yang didampingi Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT dan sejumlah staf Dispora NTT berdiskusi dengan tim Asprov PSSI NTT terkait persoalan sepak bola di NTT dan persiapan PON 2028 di NTT.

“Sepak bola sebagai industri adalah ide yang sangat bagus. Tapi yang perlu jadi perhatian adalah bagaimana polanya diterapkan.Euforia bola sudah ada, bisa dilihat dari turnamen Sepak Bola antarnegara atau antar klub. Tiba-tiba semua orang menunjukkan dukungannya. Kalau bisa dibikin serius sih saya pikir saya setuju. Tinggal atur teknisnya bagaimana, baik itu memenuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Gubernur Melki.

Gubernur Melki juga menekankan pentingnya pola pengelolaan yang profesional dan terstruktur, agar sepak bola tidak hanya menjadi tontonan, tapi juga mendatangkan manfaat ekonomi bagi pemain, klub, pelaku usaha kecil, maupun pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Gubernur Melki juga mengingatkan bahwa jika sepak bola dijadikan industri, maka harus ada keterlibatan berbagai pihak seperti pelaku UMKM, sektor pariwisata, hingga investasi swasta. “Kita harus pastikan bahwa semua pihak yang terlibat mendapatkan keuntungan, termasuk pemerintah daerah sebagai fasilitator,” tambahnya.

Langkah ini, menurutnya, bisa membuka peluang baru dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan daerah, serta penguatan identitas dan kebanggaan lokal melalui prestasi sepak bola NTT.

Gubernur  juga menyampaikan menyatakan bahwa euforia sepak bola di NTT belum bisa diukur. Terkait ETMC, Gubernur meminta agar kesiapan El Tari Memorial Cup dipastikan kembali ke Kabupaten Ende. Gubernur juga meminta Asprov PSSI NTT untuk menyiapkan parameter-parameter yang mesti dipenuhi oleh sebuah kota/kabupaten yang hendak menyelenggarakan ETMC.

Menurut Gubernur Melki, Penyelenggaraan ETMC yang akan dilakukan setelah Tour de eNTenTe juga akan menjaga euforia even olahraga di NTT tetap tinggi.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Melki juga menegaskan kesiapan NTT menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional 2028. Dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang sudah ada di NTT, termasuk yang ada di kampus-kampus, NTT bisa memberikan contoh pendekatan persiapan dengan memanfaatkan dan memaksimalkan sarana-sarana yang dimiliki untuk dicontoh daerah-daerah lain di Indonesia.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *