Nasional

Tahun 2024 : 20 % Alsintan Tidak Digunakan Secara Optimal, Usman Husin Desak Kementan Segera Lakukan Evaluasi dan Tingkat Pengawasan

Jakarta, Sonaf NTT-News.com. Sebanyak 100.000 unit alat dan mesin pertanian atau 20 % bantuan dari pemerintah yang di salurkan ke daerah-daerah di tahun 2024 tercatat tidak digunakan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh ketidaksesuaian antara alat yang disalurkan dengan kebutuhan lokal serta kurangnya pemahaman petani tentang cara penggunaan alat tersebut oleh karena itu Kementerian Pertanian segera lakukan evaluasi dan meningkatkan pengawasan terhadap bantuan yang di serahkan pada didaerah-daerah yang rawan pangan.
“ Sebagai wakil rakyat saya mendesak Kementerian Pertanian untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran bantuan alat pertanian”
Hal ini di sampaikan anggota DPR RI Usman Husin dalam Rapat Kerja dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Gedung DPR, Senin (7/7/2025).
Usman Husin dalam keterangannya menyampaikan bahwa menyikapi berbagai laporan dari masyarakat tentang penyaluran alat pertanian yang tidak tepat sasaran bahkan di salahmanfaatkan dan di terima oleh kelompok yang tidak membutuhan

“ Bantuan alat pertanian seharusnya menjadi salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas pertanian di daerah-daerah yang paling membutuhkan bukan menyulitkan banyak orang termasuk merugikan pemerintah” ujarnya.
Menurutnya, penyaluran alsintan dan pemanfaatannya harus benar-benar di kawal semua pihak sehingga anggaran yang diberikan pemerintah untuk pengadaaan alsintan adanya dampak produktif bagi kemajuan daerah secara berkelanjutan

Ia tegaskan bantuan alsintan harus dikelola secara profesional dan membangun kerja sama dengan semua pihak agar yang di kerjakan bermuara terhada peningkatan produktifitas pertanian.

Menanggapi hal tersebut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam kesempatan tersebut, langsung memberikan instruksi kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian untuk memantau langsung penyaluran bantuan alat pertanian di Nusa Tenggara Timur (NTT).

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *