daerah

Kupang Bergerak, Wali Kota dan IDI Siapkan 300 ASN Jadi Penolong Pertama Kasus Henti Jantung Mendadak

Kupang, Sonaf NTT- News.com. Pemerintah Kota Kupang kembali menunjukkan langkah progresif dalam pelayanan publik berbasis kesehatan dengan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Nusa Tenggara Timur untuk menggelar pelatihan Basic Life Support (CPR) atau bantuan hidup dasar bagi aparatur sipil negara (ASN). Sebanyak 300 ASN ditargetkan mengikuti pelatihan ini, yang bertujuan membekali mereka sebagai penolong pertama dalam kasus henti jantung mendadak.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima audiensi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (14/7) di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan pelatihan Basic Life Support atau bantuan hidup dasar (CPR) bagi aparatur sipil negara dan masyarakat umum sebagai bentuk gerakan sosial penyelamatan nyawa. Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua IDI Wilayah NTT dr. Syeben Hezer, Sp.PA, Ketua Panitia Bakti Sosial dr. Marlion Antonius Elim, MH., Sp.FM, serta tim dokter spesialis lainnya. Turut mendampingi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati.

Dalam pemaparannya, dr. Syeben menekankan bahwa pelatihan ini lahir dari keprihatinan atas meningkatnya kasus henti jantung mendadak di ruang publik, di mana pertolongan pertama sering kali terlambat karena kurangnya pengetahuan masyarakat.

Hal senada disampaikan dr. Ronal Melvianno, Sp.An-TI, yang menjelaskan bahwa pelatihan ini akan dikemas dengan konsep “Everybody Can Do CPR”, sebuah gerakan sosial untuk menyadarkan publik bahwa siapapun bisa menjadi penyelamat pertama, bukan hanya tenaga kesehatan.

Dalam pemaparan awal, dr. Syeben menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan CPR ini digagas sebagai respons terhadap maraknya kejadian henti jantung mendadak di ruang publik. “Kami ingin masyarakat dibekali dengan kemampuan dasar untuk menangani pasien dengan henti jantung. Target awal kami adalah pelatihan kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kupang,” jelasnya.

Senada dengan itu, dr. Ronal menambahkan bahwa pelatihan akan digelar secara gratis untuk ASN sebagai bentuk bakti sosial IDI. “Kegiatan ini akan dikemas dengan judul Everybody Can Do CPR, untuk mengedukasi masyarakat luas bahwa pertolongan pertama bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi bisa dilakukan oleh siapa saja yang menjadi penolong pertama,” ujarnya.

dr. Anton menambahkan bahwa kegiatan ini ditargetkan diikuti oleh 300 ASN dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Kupang. Selain sebagai kegiatan sosial, pelatihan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menjelang Musyawarah Cabang IDI yang akan digelar awal September mendatang.

Menanggapi inisiatif tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh. Menurutnya, pelatihan CPR adalah kebutuhan mendesak yang menyentuh langsung kepentingan publik.

“Di luar negeri, masyarakat awam sudah terbiasa melakukan pertolongan pertama. Karena itu, kegiatan ini sangat penting. Kita akan mulai dari ASN, lalu ke masyarakat melibatkan RT, RW, hingga Karang Taruna,” ungkapnya.

Wali Kota juga mengusulkan agar kegiatan pelatihan di lingkup Pemerintah Kota Kupang dijadwalkan pada bulan Agustus dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan RI. Pemerintah Kota Kupang siap menyediakan lokasi pelatihan di Aula Rujab Walikota atau Lantai 1 Kantor Walikota, serta mendukung kebutuhan logistik seperti tenda, kursi, dan konsumsi bagi pelatih dan peserta.

“Ini bagian dari kolaborasi nyata antara pemerintah dan organisasi profesi. Saya akan minta Kepala Dinas Kesehatan membentuk grup koordinasi dengan Bagian Umum, Dirut RSUD SK Lerik, dan Kabag Protokol, agar kegiatan ini terorganisasi dengan baik. Ke depan, kita akan perluas pelatihan hingga ke tingkat kelurahan,” tegasnya.

Tak hanya di kantor pemerintahan, Walikota juga membuka peluang bagi IDI untuk terlibat dalam kegiatan Pemerintah Kota Kupang di SABOAK Koepan, sebagai media edukasi langsung kepada masyarakat. “Kami terbuka. Jika IDI ingin demo CPR di SABOAK, kami persilakan. Karena ini bukan sekadar kegiatan, tapi penyelamatan nyawa,” tambahnya.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *