Pendidikan

Dari Reses ke Aksi: Hironimus Banafanu Dorong Kemajuan PAUD NTT

TTU, Sonaf NTT-,News.com. Pendidikan anak usia dini kembali mendapat sorotan, kali ini melalui aksi nyata Anggota DPRD Provinsi NTT, Hironimus Tanesib Banafanu, yang menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan layanan PAUD di daerah tertinggal.

Dalam kegiatan reses di PAUD Paukleu, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Anggota DPRD NTT Hironimus mendengar langsung keluhan dan harapan dari pengelola satuan pendidikan usia dini tersebut.

Pantauan media, warga dan pengelola PAUD umumnya menekankan pentingnya perhatian terhadap sarana dan prasarana pendidikan sebagai faktor penunjang utama dalam meningkatkan mutu layanan belajar anak usia dini.

Kepala PAUD Paukleu, Bal Sanak, dengan tulus menyampaikan realitas lapangan: keterbatasan sarana, minimnya dukungan anggaran, serta upaya swadaya yang tak sebanding dengan tantangan yang dihadapi.

“Kami berharap reses ini menjadi jembatan aspirasi. Kami mohon agar kebutuhan kami disampaikan kepada instansi terkait,” ujar Bal Sanak saat saat reses berlangsung, kamis 17/7/2025

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD NTT Hironimus Banafanu menyatakan siap menyuarakan kebutuhan PAUD Paukleu ke tingkat provinsi dan berjanji menjembatani komunikasi antara masyarakat dan instansi terkait. Ia bahkan secara pribadi berkomitmen membantu pengadaan seragam bagi anak-anak PAUD yang belum memilikinya.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap pentingnya pendidikan usia dini. Ini adalah fondasi masa depan anak-anak kita. Saya akan kawal langsung aspirasi ini,” tegasnya.

kunjungan ini menjadi simbol bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya milik pusat, tetapi juga tanggung jawab kolektif lintas level pemerintahan. Apa yang dilakukan Hironimus mencerminkan urgensi kolaborasi antara legislatif daerah dan Kementerian Pendidikan, khususnya dalam mendorong pemerataan akses pendidikan usia dini yang berkualitas di daerah-daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Politisi asal PDIP menegaskan, kiranya kedepan Kementerian Pendidikan dan instansi terkait diharapkan menjadikan aspirasi ini sebagai alarm penting bahwa masih banyak satuan PAUD di NTT yang berjalan tanpa fasilitas layak, guru tetap, dan dukungan operasional berkelanjutan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *