daerah

Perkuat Akses Wilayah Rentan Longsor, BPJN NTT Lakukan Intervensi Cepat di 9 Titik Prioritas, Butuh Dukungan Berkelanjutan Pemerintah Pusat

Kupang, Sonaf NTT-News.com. Dalam upaya menjaga konektivitas dan keselamatan transportasi darat di wilayah perbatasan yang rawan bencana, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 melakukan langkah cepat dan terukur. Tak tanggung-tanggung, sembilan titik rawan longsor tengah ditangani secara simultan, dengan total nilai proyek mencapai Rp 45 miliar.

Langkah ini bukan sekadar penanganan teknis biasa. Bagi masyarakat NTT, terutama di kawasan perbatasan yang selama ini terisolasi akibat infrastruktur terganggu, kehadiran BPJN menjadi penyambung harapan. Namun, dibalik progres yang kini telah mencapai 25% untuk pekerjaan longsor dan 30% untuk preservasi jalan dimana berdasarkan pantauan lapangan, masyarakat butuh dukungan nyata dan berkelanjutan dari pemerintah pusat,

Demikian keterangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).2.5 BPJN Roberto, ST, kepada awak media, di sela-sela acara temu pisah dan serah terima jabatan Kepala BPJN NTT, kamis 24/7/2025

Menurut Roberto, PPK 2.5 BPJN NTT, Sesuai ketentuan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sudah dilakukan terhitung bulan Mei 2025 dan pekerjaan longsor tersebar di sembilan titik prioritas yang rawan mengganggu mobilitas warga. Selain itu, terdapat pekerjaan preservasi jalan Motain–Henes hingga Henes–Motamasin sepanjang 178 km, dengan anggaran Rp 6 miliar.

“Kita harus berpacu dengan waktu dan alam. Beberapa titik memiliki potensi longsor lanjutan yang bisa memutus akses utama. Ini bukan hanya soal teknis, ini menyangkut stabilitas wilayah perbatasan dan keselamatan masyarakat,” tegas Roberto.

Dalam pelaksanaan proyek, BPJN NTT mengedepankan kualitas dan profesionalisme, namun mengakui bahwa penanganan bencana alam seperti longsor tidak cukup hanya dengan pendekatan proyek tahunan. Dibutuhkan dukungan kebijakan dan anggaran berkelanjutan dari pusat, terutama untuk penanganan potensi longsor di masa mendatang dan peningkatan struktur jalan di kawasan perbukitan dan pegunungan.

Ia menambahkan Penanganan infrastruktur di wilayah seperti NTT merupakan salah satu langkah strategis nasional guna menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan pertahanan di wilayah perbatasan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *