Warga Keluhkan Kondisi Ruas Jalan Tunbaun–Oekabiti, Krisis Air, Pupuk, dan Irigasi – Usman Husin: Saya Siap Perjuangkan Aspirasi Petani Tunbaun
Amarasi, Sonaf NTT- News.com. Dalam kunjungan reses ke Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Usman Husin, disambut hangat oleh masyarakat yang penuh harap, meskipun kondisi jalan menuju desa tersebut sangat memprihatinkan. Warga menyampaikan langsung sejumlah persoalan mendesak, mulai dari kerusakan infrastruktur jalan, kesulitan mendapatkan pupuk, krisis air bersih, hingga belum tersedianya saluran irigasi untuk pertanian.
Pantauan media, kegiatan reses berlangsung di Aula Kantor Desa Tunbaun. Turut hadir Camat Amarasi Barat, Sekretaris Camat Amarasi Barat, Plt.Kepala Desa Tunbaun, Ketua BPD Tunbaun, Tokoh masyarakat, Tokoh Adat,Kaum Muda, Tim ahli Anggota DPR RI dapil Timor Yorim Boymau, Kamis 7/8/2025.
Plt.Kepala Desa Tunbaun Leonardus Dirman dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terharu atas kunjungan tersebut, yang nilainya sebagai bentuk nyata perhatian dari pusat.
“Ini sebuah kehormatan bagi kami. Meski kondisi geografis dan kondisi jalan sangat memprihatinkan, Pak Usman tetap datang ke desa kami. Ini bentuk kepedulian yang jarang kami dapat. Kami berharap kemitraan ini terus ditingkatkan demi pembangunan daerah,” ucap Leonardus.
Menurutnya, Lebih dari 90% masyarakat Desa Tunbaun menggantungkan hidup dari sektor pertanian, namun perhatian pemerintah dinilai masih jauh dari harapan. Mulai dari minimnya sarana produksi, terbatasnya akses pupuk, hingga belum adanya sistem irigasi permanen, menjadi kendala utama yang menghambat produktivitas petani.
Camat Amarasi Barat, Frans Wewo, juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Usman Husin yang dianggap membawa semangat baru bagi pembangunan wilayahnya.
“Kehadiran Bapal Usman Husin di Amarasi Barat bukan hanya membawa aspirasi, tapi juga harapan baru, terutama dalam pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Kami sangat mengapresiasi komitmennya,” ujarnya
Ia menegaskan, Kunjungan ini sebagai bukti nyata bahwa perjuangan pembangunan harus dimulai dari bawah, dengan mendengar langsung suara rakyat. Harapan besar kini tertuju pada tindak lanjut konkret dari aspirasi yang telah disampaikan.
Dalam sesi tanya jawab terbuka, warga menyuarakan berbagai masalah yang selama ini menghambat aktivitas pertanian mereka. John Ruku, seorang petani, mengeluhkan distribusi pupuk yang lambat, bahkan bisa memakan waktu hingga satu tahun.
Abner Obehetan dan Yakob Nitti menyoroti kondisi jalan provinsi dan akses ke lokasi pertanian yang rusak parah, sehingga menyulitkan petani dalam pengangkutan hasil dan akses ke ladang.
Keluhan juga datang dari Ketua Kelompok Tani Oe’buah, Soleman Ruku, yang mengusulkan peningkatan jalan menuju lahan hortikultura serta penyediaan irigasi permanen untuk mendukung tanaman melon, semangka, dan padi sawah.
Anggota DPR RI Usman Husin dalam keterangannya menyampaikan terima kasih atas kerjasama pemerintah Desa Tunbaun, Pemerintah Kecamatan dan seluruh tokoh masyarakat serta tim kerja sahabat Usman Husin sehingga siang bisa melakukan agenda reses.
Menurutnya, sebagai wakil rakyat memiliki kewajiban melaksanakan reses guna menyerap aspirasi dan selanjutnya di perjuangkan di senayan.
Usman Husin lanjut menerangkan saat ini berada di komisi IV DPR RI yang membidangi Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Kehutanan dan Bulog.
“ ini mitra kerja saya dan kurang lebih 8 bulan menjadi wakil rakyat banyak bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) telah di berikan bagi petani seperti Handtraktor roda dua, Roda empat, Handsprayer, Pompa Air, Culitator, Comine Harvester, Benih padi unggul dan bibit jagung hibrida di Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, dan Malaka” pungkasnya
Menanggapi keluhan warga, Usman Husin dengan tegas menyatakan komitmennya:
“Saya hadir langsung ke kampung-kampung menjalanoan agenda reses untuk melihat kondisi langsung masyarakat. Berdasarkan pengamatan lapangan Desa Tunbaun belum benar-benar merdeka. Jalan rusak, jalan tani menuju lahan pertanian masih sulitbdi jangkau, air sulit, petani kesulitan pupuk. Ini tugas kita bersama. Saya siap perjuangkan aspirasi ini di Senayan melalui jalur aspirasi murni,” tegasnya.
Ia juga meminta pemerintah desa segera mengidentifikasi lahan-lahan kehutanan yang bisa dimanfaatkan secara produktif, agar bisa dikoordinasikan dengan BPDAS Noelmina dan dikembangkan untuk mendukung pertanian warga. Selain itu, Usman menekankan pentingnya membangun kelompok tani, menyusun proposal, dan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan agar bantuan bisa diakses secara simultan dan tepat sasaran.
