Gubernur Melki dan Warga NTT Kompak Kenakan Pakian Adat di HUT RI ke-80
Kupang, Sonaf NTT-News.com. Upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Provinsi Nusa Tenggara Timur tak hanya khidmat, tetapi juga memukau. Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena bersama seluruh jajaran Forkopimda, ASN, pelajar, hingga warga NTT tampil kompak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, menciptakan suasana meriah bak karnaval budaya di panggung kemerdekaan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bertindak selaku Inspektur Upacara dan Letnan Kolonel Laut Polisi Militer Catur Dono Wibowo sebagai Komandan Upacara. Sementara itu Pembacaan Naskah Pembukaan UUD 1945 oleh Kapolda NTT, Irjen. Pol. Rudi Darmoko dan Pembacaan Naskah Proklamasi Oleh Ketua DPRD NTT, Ir.Emilia J. Nomleni.
Upacara yang berlangsung tertib dan khidmat ini diikuti oleh Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kosmas D. Lana, Ketua DPRD NTT, Emilia J. Nomleni, Jajaran Forkopimda Provinsi NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT, para ASN Lingkup Pemprov NTT, TNI, Polri, Perwakilan Mahasiswa dan Siswa SMA/SMK Kota Kupang, serta insan pers.
Pantauan media, Gubernur Melki mengenakan pakaian adat Ende, didampingi sang istri Mindriyati Astiningsih yang juga tampil anggun dalam balutan busana tradisional. Wakil Gubernur Johanis Asadoma dan istri tampil dengan busana adat Alor, memancarkan kebanggaan akan akar budaya lokal.
Dari motif tenun Timor, Rote, hingga selendang Sabu, dari ikat Manggarai hingga sarung Flores, keindahan warisan leluhur benar-benar terpancar dari barisan peserta upacara. Warna-warni kain adat menjadi simbol nyata keberagaman yang menyatu dalam semangat kemerdekaan.
“Mengenakan pakaian adat bukan hanya soal penampilan, tapi juga penghormatan pada sejarah dan identitas kita sebagai orang NTT,” ujar Gubernur Melki usai upacara, Minggu 17/8/2025
Selain kekompakan dalam berpakaian, kemeriahan juga ditambah dengan penampilan Paskibraka yang memesona, marching band dari SMA Negeri 7 Kupang, serta tarian kolosal siswa SMA Mercusuar yang berhasil memikat perhatian ribuan penonton.
Yang paling mencuri perhatian publik adalah momen ketika lagu “Tabola Bale” mengguncang Istana Negara, dibawakan oleh musisi NTT, Silet Open Up. Lagu viral ini menjadi magnet nasional, dan di Kupang, Gubernur, Wagub, hingga warga turut bergoyang bersama di bawah terik matahari, menandai kemerdekaan dengan sukacita khas NTT.
Perayaan ditutup dengan penyerahan sumbangan bagi penyandang disabilitas dan penghargaan kepada para pemenang lomba 17-an, menjadikan peringatan kali ini tidak hanya meriah, tapi juga penuh makna sosial.
