daerah

Garam TTU Diakui Berkualitas, Bupati TTU Siap Jadikan Lokomotif Ekonomi Daerah Produktif

TTU, Sonaf NTT-News.com. Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) komoditas garam berkualitas tinggi. Di bawah kepemimpinan Bupati Falentinus Kebo, atau yang akrab disapa Bupati Falen, potensi ini tengah disiapkan menjadi lokomotif baru ekonomi daerah yang produktif dan berkelanjutan. Hal ini ditandai dengan panen garam perdana oleh Bupati TTU, Falentinus Kebo atau yang akrab disapa Bupati Falen, bersama Direktur PT Bara Makmur Katulistiwa di Desa Oepuah Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Minggu (30/8/2025

Bupati Falen dalam keterangannya menyampaikan bahwa garam TTU memiliki kualitas tinggi dan siap menjadi lokomotif baru pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Produksi garam kita bagus. Ini bisa jadi potensi besar bagi ekonomi rakyat jika dikelola secara profesional dan konsisten,” ungkapnya

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula berbagai pihak penting seperti Camat Anleu, Kapolsek Wini, para dosen dan komandan resimen dari Universitas Pertahanan (Unhan), Kepala Pelabuhan Wini, dan tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung potensi lokal.

Bupati Falen menyampaikan optimisme besar bahwa TTU bisa mewujudkan swasembada garam pada tahun 2026. Dirinya mendorong masyarakat yang memiliki lahan tidak produktif agar bisa dikerjasamakan untuk pengembangan tambak garam secara kolektif.

“Sebagai kepala daerah, saya siap mengoptimalkan semua potensi yang ada melalui kerja-kerja nyata. Kita ingin TTU tidak hanya jadi penghasil garam, tapi juga menjadi pusat swasembada garam NTT,” tegasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya menjadikan tambak garam sebagai sumber lapangan kerja baru bagi masyarakat, terutama generasi muda yang ingin terlibat dalam sektor agribisnis berbasis kelautan.

Bupati Falen, lebih lanjut menerangkan bahwa Kabupaten TTU dikenal memiliki potensi lahan luas yang cocok untuk pengembangan tambak garam. Dengan dukungan iklim yang mendukung dan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, garam lokal ini dinilai mampu bersaing dengan produksi nasional, bahkan siap ekspansi ke luar NTT.

“Kerjasama dengan PT Bara Makmur Khatulistiwa dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong investasi, peningkatan teknologi produksi, dan distribusi yang lebih efisien” ungkapnya

Ia menegaskan dengan semangat kerja nyata dan sinergi antar stakeholder, Kabupaten TTU kini menatap masa depan yang lebih cerah. Garam bukan lagi sekadar komoditas, tetapi simbol kemandirian ekonomi daerah.

“Panen ini adalah awal dari transformasi besar. Dan jika target swasembada 2026 tercapai, TTU akan tercatat sebagai salah satu daerah pelopor ketahanan garam di wilayah TTU” pungkasnya.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *