daerah

Dukung Ketahanan Pangan, Usman Husin Salurkan 15.000 Bibit Ikan Lele ke Petani TTS

TTS, Sonaf NTT-News.com. Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Usman Husin, menyalurkan 15.000 bibit ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Nekmese di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur.

Penyerahan bantuan ini dilakukan pada Jumat, 5/9 2025, sebagai bagian dari Program Fasilitasi Bantuan Ikan Air Tawar Tahun Anggaran 2025, yang disalurkan melalui jalur aspirasi Usman Husin.

“Bantuan ini sebagai bentuk nyata dukungan terhadap ketahanan pangan dan peningkatan taraf hidup masyarakat desa,” ujar Usman Husin kepada media usai penyerahan.

Ia menjelaskan, mayoritas warga Desa Kesetnana yang berprofesi sebagai petani dan peternak perlu mendapat dukungan nyata dalam bentuk bantuan produktif yang berkelanjutan.

“ Selain memberikan bantuan, Kami juga memotivasi masyarakat agar mulai melihat sektor perikanan sebagai sumber ekonomi tambahan, sekaligus pemenuhan gizi keluarga,” tambahnya.

Anggota Komisi V DPR RI Usman Husin lanjut menerangkan, Program bantuan ini menargetkan kelompok-kelompok tani ikan lokal yang telah menunjukkan komitmen dan kesiapan dalam mengembangkan usaha perikanan berkelanjutan.

Bantuan yang diberikan ini menjadi bukti nyata bahwa program aspirasi DPR RI bisa langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat paling bawah, jika dijalankan secara tepat sasaran.

Usman Husin berharap program serupa dapat terus diperluas ke wilayah yang memiliki potensi perikanan namun terkendala modal awal.

“Kami akan terus dorong agar lebih banyak kelompok tani dan peternak kecil di daerah terpencil bisa mendapat akses terhadap program-program produktif seperti ini,” tegasnya.

Sementara Ketua Pokdakan Nekmese, Magdalena Karibera, menyambut baik bantuan tersebut. Ia menyatakan bahwa kelompoknya siap untuk mengelola 15.000 bibit ikan lele secara optimal.

“Kami merasa sangat terbantu. Ini menjadi awal yang baik untuk membuka peluang baru untuk meningkatkan pendapatan keluarga,” ungkap Magdalena.

Menurutnya, potensi perikanan air tawar di TTS masih sangat terbuka lebar, hanya membutuhkan dukungan dari pemerintah dan para wakil rakyat yang peduli.

 

Ia juga menyampaikan Program bantuan seperti ini menjadi angin segar di tengah tantangan ekonomi pedesaan. Jika dikelola dengan baik, sektor perikanan air tawar bisa menjadi sumber ekonomi alternatif, sekaligus penyangga ketahanan pangan lokal.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *