Pembangunan Jalan Batu Putih–Kolbano Dikebut, Progres Sudah Tembus 55,22%
TTS, Sonaf NTT-News.com. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT terus menunjukkan komitmen dalam membangun infrastruktur jalan yang berkualitas dan tepat waktu. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah proyek penanganan long segment di Ruas Jalan Batu Putih–Panite dan Panite–Kolbano, yang saat ini tengah menjadi perhatian publik karena progresnya yang jauh melampaui target awal.
Pejabat Pembuat Komitmen ( PPPK) Andry Frans menerangkan bahwa dalam waktu kurang dari tiga bulan sejak kontrak ditandatangani pada 18 Juli 2025, progres fisik di lapangan telah melampaui rencana awal, dengan deviasi progres mencapai angka +36,49% pada ruas Panite–Kolbano. Hal ini menandakan percepatan kerja yang signifikan dan transparansi dalam pelaksanaan.
Di uraian bahwa, Ruas Batu Putih – Panite dengan Nilai Kontrak: Rp2.474.539.000, sedangkan Total Penanganan: 1.331 meter (Rehabilitasi 831 m + Rekonstruksi 500 m)
“ Untuk progres per 28 September 2025: Rencana: 14,26%, Realisasi: 20,13% dan Deviasi: +5,87% “ ungkapnya, Selasa 30/9/2025.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa, untuk Ruas Panite – Kolbano dengan Nilai Kontrak: Rp2.463.842.000,Selain itu, Total Penanganan: 1.533 meter (Rehabilitasi 850 m + Rekonstruksi 683 m).
Ia juga menyampaikan pembangunan jalan hingga saat ini berjalan dengan baik dan Progres per 28 September 2025:Rencana: 18,73% dan Realisasi: 55,22% dan Deviasi: +36,49%
Menurutnya, kedua proyek menggunakan Laston Lapis Aus (AC-WC), material hotmix berkualitas tinggi yang dikenal memiliki daya tahan terhadap beban lalu lintas dan cuaca ekstrem. Metode ini menunjukkan keseriusan dalam menciptakan jalan yang kuat dan berumur panjang.
Ia juga menegaskan, untuk penanganan sesuai dengan yang terkontrak dimana penanganan rekonstruksi itu tebal 4 cm, sedangkan rehabilitasi itu 5cm namun sesuai pengamatan lapangan di beberapa titik proyek lapisan aspal, khususnya di bagian kiri jalan Panite–Kolbano diperlukan penanganan yang intensif untuk menjamin kualitas pekerjaan sehingga memudahkan akses transportasi yang bermuara terhadap pertumbuhan ekonomi.
Penyedia Jasa Konstruksi: PT. Nanda Karya Putra Pratama sedangkan Konsultan Supervisi: Ruas Batu Putih–Panite: CV. Internal Teknik, Ruas Panite–Kolbano: CV. Graha Mandiri Konsultan
Data progres yang disampaikan secara terbuka menunjukkan komitmen pemerintah dan penyedia jasa dalam menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas publik. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai oleh APBN/APBD.
Dengan nilai kontrak total hampir Rp5 miliar, dua ruas penting di NTT kini menunjukkan progres yang menggembirakan. Jika tren ini terus berlanjut, masyarakat bisa segera menikmati hasilnya dalam bentuk jalan yang lebih baik, konektivitas antar wilayah yang meningkat, dan dampak ekonomi yang positif.
Koordinator Pengawas, Yermi Raja, yang menekankan bahwa pengawasan melekat terus dilakukan agar mutu pekerjaan sesuai standar teknis.
Turut hadir dalam peninjauan, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTT, Buce Fanggidae, yang menegaskan proyek ini sebagai bagian penting dari upaya pemerintah provinsi membuka keterisolasian dan meningkatkan pelayanan publik di kawasan selatan TTS.
