Gubernur Laka Lena Resmi Kukuhkan Direksi Bank NTT: Awal Baru untuk Ekonomi Rakyat Flobamorata
Kupang, SonafNTT-News.com. Suasana khidmat memenuhi Aula Fernandez, Gedung Sasando, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (13/11) pagi. Di hadapan para bupati dan wali kota pemegang saham seri A, pejabat Bank Indonesia Provinsi NTT, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melantik jajaran Direksi dan Komisaris Utama Bank NTT periode 2025–2030 ini bukan hanya pergantian kepemimpinan biasa. Bagi Gubernur Laka Lena, momen ini adalah awal baru perjalanan Bank NTT sebagai lokomotif ekonomi rakyat Flobamorata — sebutan penuh makna bagi masyarakat Flores, Sumba, Timor, dan Alor yang menjadi jiwa dari Nusa Tenggara Timur.
Dalam upacara yang berlangsung penuh haru, Gubernur Laka Lena secara resmi melantik Charlie Paulus sebagai Direktur Utama, didampingi Rahmat Saleh (Direktur Umum dan SDM), Aloysius RA Geong (Direktur Kredit), Heru Helbianto (Direktur Dana dan Treasury), dan Stefanus Donny Heatubun sebagai Komisaris Utama.
Gubernur Laka Lena dalam sambutannya bahwa menyampaikan bahwa jabatan adalah amanah besar untuk membangkitkan ekonomi daerah, membuka peluang bagi UMKM, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan milik daerah.
“Tugas saudara-saudara sangat mulia — menggerakkan ekonomi rakyat NTT,” ujar Laka Lena
Menurutnya, Bank NTT selama ini dikenal sebagai bank kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur, hadir hingga ke pelosok-pelosok desa. Kini, di bawah kepemimpinan baru, harapan pun menguat: agar bank ini bukan hanya tempat menyimpan uang, tetapi mitra yang tumbuh bersama rakyat, membantu petani, nelayan, pengrajin, dan pelaku usaha kecil menapaki jalan sejahtera.
Gubernur Laka Lena menekankan bahwa transformasi Bank NTT bukan semata pergantian orang, melainkan pembangunan sistem kerja, budaya organisasi, dan tata kelola baru yang transparan dan akuntabel dengan mengutamakan integritas dan profesionalisme sebagai pondasi utama.
“Kita ingin membangun kepemimpinan yang melayani, bekerja dengan data dan strategi yang baik, serta berpikir dengan cara baru. Transformasi ini adalah simbol perubahan menuju Bank NTT yang sehat, efisien, dan berorientasi pada rakyat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan Pelantikan direksi dan komisaris baru ini merupakan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar sehari sebelumnya, setelah melalui proses seleksi panjang selama enam bulan sejak Mei 2025.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Laka Lena juga menetapkan lima fokus utama bagi manajemen baru untuk memperkuat peran Bank NTT sebagai motor penggerak ekonomi daerah:
1. Menegakkan tata kelola yang baik dengan disiplin dan keteladanan.
2. Menata kembali jaringan dan layanan perbankan agar tumbuh sehat dan berkelanjutan berbasis potensi lokal.
3. Meningkatkan literasi dan inklusi keuangan hingga pelosok NTT melalui digitalisasi layanan.
4. Memperkuat permodalan dan manajemen risiko agar mampu bersaing di tingkat regional dan nasional.
5. Membangun sinergi dengan pemegang saham—pemerintah kabupaten/kota, Bank Jatim, dan masyarakat—agar setiap keputusan mencerminkan kepentingan publik.
