Nasional

Gema Pasifik di NTT, Para Menteri Kagum Kolaborasi Indonesia di IPACS 2025

Kupang, SonafNTT-News.com. Semangat persaudaraan Pasifik memuncak di bumi Flobamora, Gelaran Indonesia–Pacific Cultural Summit (IPACS) 2025 di Nusa Tenggara Timur (NTT) sukses memikat hati para menteri dan delegasi dari 16 negara Pasifik. Mereka kompak mengapresiasi langkah Pemerintah Indonesia yang dinilai mampu memperkuat jembatan budaya, ekonomi, dan solidaritas kawasan.

Menteri Urusan iTaukei (Masyarakat Adat) Republik Fiji, Ifereimi Vasu dalam sambutannya menyampaikan Ini adalah pertemuan pertama antara Indonesia dan kawasan Pasifik dalam kegiatan Culture Synergy 2025, di Hotel Harper, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur,Kamis 13/11/2025.

Atas nama pemerintah dan rakyat Fiji, saya ingin menyampaikan penghargaan yang mendalam kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Menteri Kebudayaan, Dr. Fadli Zon, atas keramahan yang hangat dan penyelenggaraan inisiatif bermakna ini—sebuah kegiatan yang benar-benar mempererat ikatan persahabatan dan kerja sama di kawasan kita.

“Kami juga menyampaikan apresiasi tulus kepada Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur atas sambutan hangatnya. Kebaikan hati, kemurahan, dan semangat yang begitu hidup telah membuat kami merasa benar-benar seperti di rumah sendiri.” Pungkasnya

Kekayaan budaya, kehangatan masyarakat, serta kelezatan kuliner lokal menjadikan pengalaman ini begitu berkesan dan bermakna.

Kami juga ingin memberikan penghargaan yang tulus kepada staf Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia atas kerja keras mereka yang tanpa lelah mendukung partisipasi kami dan memastikan keterlibatan yang bermakna sepanjang program ini.

Fiji menyambut baik Joint Statement (Pernyataan Bersama) dan merasa gembira melihat budaya ditempatkan di pusat dari cita-cita bersama kita menuju pembangunan yang berkelanjutan dan tangguh di kawasan Pasifik dan Indo-Pasifik yang lebih luas.

Pada saat yang sama, Fiji menyadari bahwa beberapa aspek dari Joint Statement ini—khususnya yang menyangkut komitmen kelembagaan atau program baru—akan memerlukan konsultasi internal dan pertimbangan Kabinet lebih lanjut, agar keterlibatan kami tetap selaras dengan kebijakan nasional dan prioritas regional.

Kami juga ingin mengakui kontribusi berharga dari negara-negara Kepulauan Pasifik lainnya atas komitmen bersama dalam memperkuat kebudayaan. Platform pertukaran ini telah menjadi ruang yang memperkaya untuk saling belajar, merayakan keberagaman kita, dan menjelajahi jalan baru dalam kolaborasi.

Kepada para seniman dan pelaku budaya yang berbakat—terima kasih atas kontribusi luar biasa Anda sepanjang program ini. Kreativitas dan dedikasi Anda telah memperkaya pertukaran budaya ini. Kami berharap pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang anda peroleh akan bernilai besar bagi praktik anda sendiri, dan bahwa anda akan terus berbagi serta menginspirasi seniman lain di komunitas Anda dan di seluruh kawasan.

Minggu ini telah mengingatkan kita tentang pentingnya kemitraan—bahwa menjaga warisan budaya sambil mendorong inovasi membutuhkan upaya kolektif, visi bersama, dan saling menghormati.
Kita harus terus membangun lingkungan yang mendukung, yang memberdayakan komunitas, melindungi pengetahuan tradisional, dan menumbuhkan generasi pemimpin budaya berikutnya.

Fiji mengakui pentingnya kerja sama berkelanjutan dalam bidang pendidikan, industri kreatif, inovasi digital, serta pelestarian warisan budaya baik yang berwujud maupun tak berwujud.

Saat kita kembali ke negara masing-masing, mari kita bawa semangat persatuan dan tujuan yang telah mewarnai kebersamaan kita di Kupang.

Semoga sinergi ini terus tumbuh, memperkuat identitas budaya bersama kita, serta memastikan agar tradisi kita tetap hidup, relevan, dan terlindungi bagi generasi mendatang.

Menteri Negara Bidang Pariwisata, Seni, dan Kebudayaan Papua Nugini, Belden Norman Namah dalam sambutannya menyampaikan pertemuan budaya yang mempertemukan antara Indonesia dan negara-negara Pasifik merupakan kehormatan besar dalam memperkuat tatanan kehidupan dunia dengan spirit Cultural Synergy

Melihat penampilan budaya, seni, dan tarian kita, membuat kita sadar bahwa Indonesia dan Pasifik merupakan kelompok budaya terbesar di dunia.

Saya percaya bahwa ketika kita memajukan seni dan budaya kita sendiri, serta memodernisasi infrastruktur untuk mempromosikannya di kawasan, kita bisa menjadi pasar pariwisata utama dunia.

Selama tiga hari terakhir, saya telah menyaksikan betapa luar biasanya keberagaman budaya yang kita miliki di seluruh Indonesia dan Pasifik. Hal ini membuat saya sangat bangga akan hubungan dan persatuan kita.

Seperti yang saya katakan, jika kita memajukan seni dan budaya kita sendiri, serta memodernisasi infrastruktur, kita dapat mempromosikan perdamaian dan persatuan di kawasan kita.

Terima kasih Indonesia telah menjadi tuan rumah kegiatan Cultural Synergy yang sangat istimewa ini di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tahukah Anda, satu-satunya perbatasan darat antara negara di Asia Pasifik hanyalah antara Indonesia dan Papua Nugini. Saya sangat bangga dengan hubungan istimewa ini.
Dan perlu diingat bahwa seluruh Pasifik juga terhubung melalui lautan.

Saya yakin jika kita terus berkolaborasi melalui Cultural Synergy antarnegara di kawasan ini, kita bisa menjadi kekuatan besar dalam menampilkan seni dan budaya, sekaligus mempromosikan perdamaian dan persatuan di wilayah kita.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Solomon, Choylin Yim Douglas juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Indonesia atas undangan dan keramahan selama tiga hari kegiatan IPACS 2025 berlangsung.

“Tiga hari terakhir ini benar-benar berharga, penuh pembelajaran, inspirasi, dan hiburan yang luar biasa. Siapa yang bisa melupakan malam penuh tarian dan kegembiraan semalam?” ujarnya.

Delegasi Solomon menyoroti potensi besar ekonomi kreatif serta pentingnya diplomasi budaya dalam memperkuat inovasi dan industri budaya di kawasan.

“Kami percaya penting bagi kita untuk terus bekerja sama dengan penuh hormat terhadap protokol dan proses nasional masing-masing. Solomon mendukung usulan Fiji agar kita diberi waktu cukup untuk meninjau Pernyataan Bersama sebelum disampaikan ke kabinet masing-masing,” jelasnya.

Solomon Islands berharap kegiatan seperti IPACS dapat terus berlanjut di masa depan sebagai ruang kolaborasi antara rakyat Pasifik dan Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri Kebudayaan Indonesia, Dr. Fadli Zon, atas pertukaran budaya yang memperkaya ini, serta doa terbaik kami bagi penguatan sektor budaya Indonesia yang dinamis,” ujarnya.

Dalam penutupan resmi IPACS 2025, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Dr. Fadli Zon menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kekuatan budaya sebagai jembatan antarbangsa.

“Melalui pertunjukan yang penuh warna, kita telah menyaksikan simfoni warisan, kerajinan, dan seni pertunjukan dari seluruh Pasifik. Budaya adalah jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa, menumbuhkan saling pengertian, dan menuntun kita menuju masa depan yang harmonis dan tangguh,” katanya.

Ia menekankan pentingnya melanjutkan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Pasifik untuk memberdayakan komunitas melalui kreativitas dan pengetahuan.

“Semoga semangat IPACS 2025 terus bersinar di seluruh kawasan, menginspirasi kerja sama yang lebih kuat, pemahaman yang lebih dalam, dan persahabatan yang abadi,” ujar Fadli Zon.

Menteri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, menteri, tamu kehormatan, delegasi, serta panitia yang telah bekerja keras selama tiga hari penuh menyukseskan IPACS 2025 di Kupang.

Sementara Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menteri Kebudayaan RI Dr. Fadli Zon atas inisiasi kegiatan Indonesia–Pacific, sebuah forum budaya yang mempertemukan 16 negara Pasifik dan 10 provinsi Indonesia.

Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremoni, tetapi konsolidasi budaya yang membangun jembatan persaudaraan antarbangsa. Ia menyoroti betapa NTT menjadi titik koneksi alami antara Indonesia dan dunia Pasifik, dengan kesamaan kuliner, tradisi, keterampilan tangan, hingga minuman tradisional. “Mereka melihat NTT sebagai the real Pasifik,” ujarnya.

Ia menegaskan, ini sebuah pengakuan yang mengangkat posisi NTT sebagai pusat gravitasi kultural kawasan timur.

Ia berharap pasca kegiatan ini membuka akses-akses baru yang bermuara terhadap kerja sama si kawasan Indonesia -Pasifik bagi kemajuan bangsa dan daerah “ Kami Pemprov NTT siap menunggu tindak lanjut dari Bapak Menteri Kebudayaan dengan satu tujuan meningkatkan percepatan pembangunan bangsa dan daerah ke arah yang lebih baik” ungkapnya

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *