daerah

Mahasiswa Agen Perubahan: Melki Mekeng Ingatkan Pentingnya Empat Pilar untuk Masa Depan Indonesia

Kupang, SonafNTT-News.com. Dalam momentum Sarasehan Empat Pilar di Hotel Timore Kupang, Kamis (27/11/2025), Anggota DPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar, Melkiaz Markus Mekeng, menyita perhatian peserta dengan penegasan kerasnya bahwa mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang memegang teguh Empat Pilar Kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Turut hadir Anggota DPR NTT Antonius Damianus Mahemba, Tenaga Ahli DPR RI Komisi IX RI Enjel Da Silfa, Pengurus Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI ) NTT dan organisasi Cipayung—PMKRI, GMKI, GMNI, HMI, serta OKP lingkup Kota Kupang.

Ketua Panitia Penyelenggara kegiatan Saresehan Eklo Helmyana Rumlaklak dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan ini.

“ Momentum ini sebagai ruang edukasi san refleksi bagi kita semua untuk terus berbenah dalam merawat kehidupan bangsa dan negara Republik Indonesia ke arah yang lebih baik di masa mendatang “

Ia tegaskan Generasi muda harus bisa menjadi yang terbaik bagi tatanan kehidupan masyarakat dan peka terhadap berbagai problem sosial.

Melki Mekeng mengingatkan kembali tentang masa 15 tahun silam, ketika seseorang hendak menjadi pejabat pemerintah, bahkan menjadi guru, wajib menguasai Empat Pilar. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa pilar-pilar kebangsaan merupakan fondasi mendasar yang mengatur arah perjalanan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan golongan.

Melki menegaskan bahwa Empat Pilar bukan sekadar konsep normatif, melainkan pedoman hidup yang harus terus dihayati oleh generasi muda. Pancasila sebagai jiwa, UUD 1945 sebagai aturan, NKRI sebagai ruang hidup bersama, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekuatan dalam keberagaman.

Ia menekankan bahwa pilar-pilar tersebut memiliki tiga fungsi vital:

1. Menciptakan kesejahteraan—mengarahkan bangsa untuk mencapai tujuan negara, mulai dari perlindungan rakyat hingga mencerdaskan kehidupan bangsa.

2. Memperkuat karakter bangsa—menanamkan nasionalisme dan patriotisme kepada generasi muda.

3. Menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang menyatukan masyarakat Indonesia.

“Pondasi ini penting untuk menghadapi perkembangan zaman yang semakin kompleks. NKRI sudah final, dan tugas kita adalah merawatnya,” tegas Melki Mekeng dalam materinya.

Tidak berhenti di situ, ia memberikan pesan tajam kepada mahasiswa: di tengah derasnya arus globalisasi, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus tampil sebagai aktor utama perubahan. Mahasiswa dituntut mampu menciptakan inovasi baru, mengawal pembangunan bangsa, dan tetap kritis terhadap jalannya pemerintahan.

“Mahasiswa NTT harus menjadi garda depan. Bukan hanya belajar di kampus, tetapi juga berperan aktif membawa Indonesia semakin maju dan berkembang,” ujarnya

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *