Progres Melaju, Perbaikan Gorong-Gorong Rusak di Sikka Sudah 54 % dan Ditarget Rampung Sebelum Natal 2025
Kupang, SonafNTT-News.com. Upaya memperkuat ketahanan infrastruktur di Nusa Tenggara Timur kembali memperlihatkan perkembangan menggembirakan. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT melalui Satker PJN Wilayah IV terus mengebut penanganan kerusakan gorong-gorong di ruas Jalan Nasional KM 180 Waerunu, Kabupaten Sikka, yang putus akibat banjir besar pada Januari 2025. Kini, proyek strategis tersebut telah mencapai progres 54 persen, menunjukkan percepatan kerja yang signifikan di lapangan.
Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran Rp1,8 miliar untuk memastikan penanganan tidak dilakukan secara tambal sulam, tetapi menyeluruh dan berorientasi pada keberlanjutan. Pekerjaan difokuskan pada pembangunan box culvert berukuran 3×3 meter, diperkuat dengan revetment pasangan batu di sisi hulu dan hilir. Struktur ini dirancang untuk menampung debit air lebih besar, memperlancar aliran, dan meminimalkan potensi longsor susulan yang kerap mengancam wilayah lereng Flores.
PPK 4.4 Provinsi NTT, Imanuel Nanggi Ang, menjelaskan bahwa percepatan pembangunan tetap berjalan dengan standar kualitas sebagai prioritas utama. Ia menegaskan seluruh tim teknis bekerja ekstra untuk memastikan setiap detail konstruksi sesuai ketentuan, kokoh, dan berumur panjang.
“Kualitas pekerjaan jadi prioritas, sehingga anggaran yang dialokasikan pemerintah benar-benar bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, mendukung ekonomi, dan memudahkan akses warga,” ujar Imanuel saat dikonfirmas wartawan, Selasa, 9/12/2025.
Ia menjelaskan bahwa ruas Jalan Nasional KM 180 Waerunu merupakan jalur penting yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Pulau Flores. Kerusakan akibat banjir sebelumnya telah menimbulkan hambatan transportasi, memperlambat distribusi logistik, dan menurunkan produktivitas warga.
Dengan progres yang terus meningkat, masyarakat sekitar menaruh harapan besar agar proyek ini segera tuntas sesuai target. Pembangunan yang dikebut ini bukan hanya pemulihan infrastruktur, tetapi juga bentuk kehadiran nyata pemerintah dalam merespons kebutuhan publik.
Imanuel optimis bahwa pekerjaan dapat dirampungkan sebelum perayaan Natal 2025, sehingga warga dapat merasakan kelancaran akses dan keamanan perjalanan pada momen penting tersebut.
