Lantik Badan dan Sayap Partai, DPD PDI Perjuangan NTT Perkuat Konsolidasi Ideologis dan Kerja Nyata Bangun Daerah
Kupang, SonafNTT-News.com. Badan dan Sayap Partai DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur resmi dilantik menandakan bahwa politik kembali dipanggil ke makna dasarnya: kerja ideologis yang berpijak pada rakyat, bukan panggung popularitas.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Sotis (kamis 11/12/2025) yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah itu menandai fase penting konsolidasi internal partai.
Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, dengan nada tegas namun reflektif, mengingatkan bahwa partai bukan ruang mencari tepuk tangan, melainkan alat perjuangan kolektif untuk menghadirkan keadilan sosial di tengah realitas hidup masyarakat NTT.
Di hadapan para kader, Yunus menegaskan bahwa kekuatan PDI Perjuangan terletak pada ideologi dan disiplin organisasi. AD/ART bukan sekadar dokumen, tetapi kompas yang menuntun langkah setiap struktur, dari DPD hingga ranting. Kesetiaan kader, menurutnya, tidak diukur dari seberapa lantang bersuara, tetapi dari kesanggupan bekerja dalam sunyi, konsisten, dan berdampak langsung bagi rakyat kecil.
Pelantikan badan-badan strategis—mulai dari Sekolah Partai, Baguna, BSPN, BPEK, BBHAR, Tim Media, hingga Cyber Troops—serta organisasi sayap seperti Taruna Merah Putih, Relawan Perjuangan Demokrasi, dan Baitul Muslimin Indonesia masa bakti 2025–2030, menjadi bukti keseriusan partai memperkuat mesin perjuangan. Struktur ini dirancang bukan hanya untuk kepentingan elektoral, tetapi sebagai instrumen pendidikan politik, advokasi hukum, kesiapsiagaan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan, dan pengorganisasian basis.
Yunus menekankan, kerja politik sejati harus menyentuh denyut kehidupan masyarakat NTT: dari petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga kelompok rentan yang kerap terpinggirkan. Konsolidasi ideologis, lanjutnya, hanya akan bermakna jika diterjemahkan menjadi kerja nyata—pendampingan, pembelaan, dan keberpihakan konkret dalam kebijakan publik maupun gerakan sosial.
Momentum pelantikan ini juga menjadi penegasan amanat Rakernas dan Kongres partai: gerak PDI Perjuangan harus terpimpin, menyatu, dan berakar pada nilai Trisakti—berdaulat secara politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Di tengah dinamika politik yang kerap pragmatis, DPD PDI Perjuangan NTT memilih meneguhkan kembali jalan ideologi sebagai fondasi membangun daerah.
Lebih dari sekadar penyegaran struktur, pelantikan ini memancarkan harapan akan hadirnya organisasi yang solid dan responsif. KSB DPD bersama seluruh badan dan sayap partai dipanggil untuk memastikan keputusan organisasi tidak berhenti di ruang rapat, tetapi menjelma menjadi program dan aksi nyata di lapangan.
