daerah

Natal di Tengah Keberagaman, Marianus Sae Tekankan Pentingnya Perdamaian dan Kemanusiaan

 

Kupang, SonafNTT-News.com. Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kembali menjadi momentum refleksi kebangsaan. Wakil Ketua Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, Investasi, Koperasi dan UMKM DPD PDI Perjuangan NTT, Marianus Sae, menyampaikan pesan Natal yang menyejukkan sekaligus relevan dengan realitas Indonesia yang majemuk. Mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24),

 

 

 

Marianus menegaskan bahwa Natal bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi panggilan kemanusiaan yang bersifat universal.

 

 

Mantan Bupati Ngada itu menekankan bahwa nilai kasih dalam Natal melampaui sekat agama, suku, dan budaya. Menurutnya, pesan kelahiran Kristus mengajarkan empati, toleransi, dan solidaritas sosial yang sangat dibutuhkan di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan politik bangsa. “Natal mengingatkan kita bahwa kasih adalah fondasi perdamaian. Tanpa kasih, keberagaman bisa menjadi sumber perpecahan,” ujarnya, saat di Konfirmasi awak media, Minggu 21/12/2025.

 

 

 

Marianus Sae juga menyoroti keunikan perayaan Natal di Indonesia, yang kerap berlangsung dalam suasana kebersamaan lintas iman. Di banyak daerah, umat beragama saling menjaga keamanan, bergotong royong, dan berbagi dengan sesama. Tradisi ini, menurut Marianus, merupakan kekayaan sosial yang harus terus dirawat sebagai simbol penghormatan terhadap keberagaman dan persatuan nasional.

 

 

Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan—mulai dari tantangan ekonomi, disrupsi teknologi, hingga krisis kemanusiaan—Natal tetap relevan sebagai pengingat nilai-nilai kemanusiaan.

 

Marianus mengajak masyarakat untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk kehidupan, merenung, dan kembali pada nilai pengampunan, kepedulian, serta tanggung jawab sosial terhadap sesama, khususnya mereka yang lemah dan terpinggirkan.

 

 

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Natal harus menjadi momentum membangun perdamaian, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun bangsa. Keluarga, sebagai unit terkecil masyarakat, dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kasih dan toleransi sejak dini.

 

Marianus Sae mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Natal bukan sekadar perayaan seremonial tahunan, melainkan gerakan nyata untuk merawat kemanusiaan dan kebersamaan di tengah keberagaman. “Natal adalah peristiwa iman, sejarah, dan sosial. Dari sanalah kita belajar hidup dalam kasih, damai, dan saling menghargai sebagai satu bangsa Indonesia,” pungkasnya.

 

 

 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *