daerah

Komisi II DPRD NTT Evaluasi Kinerja Disperindag 2025, Matangkan Program 2026

Kupang, SonafNTT-News.com. Komisi II DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTT sebagai bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan program dan kegiatan Tahun Anggaran 2025 sekaligus mematangkan perencanaan program strategis Tahun Anggaran 2026. Rapat berlangsung di Ruang Komisi II DPRD NTT, Rabu (21/1/2026).

RDP dipimpin Ketua Komisi II DPRD NTT Leonardus Lelo, S.Ip., M.Si, didampingi Wakil Ketua Komisi II Yunus H. Takandewa, S.Pd dan Jan Pieter Dj. Windy, SH., M.Hum, serta Sekretaris Komisi Junaidin. Rapat ini turut dihadiri seluruh Anggota Komisi II DPRD NTT bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT DR., Drs. Zet Libing, M.Si, yang juga menjabat Ketua Harian Umum Dekranasda Provinsi NTT, bersama jajaran perangkat dinas.

Dalam rapat tersebut, Komisi II menyoroti capaian program Disperindag selama Tahun Anggaran 2025, termasuk efektivitas kegiatan yang menyentuh langsung pelaku UMKM, pengembangan industri kecil menengah (IKM), serta stabilisasi distribusi dan harga barang kebutuhan pokok. Evaluasi ini dinilai penting agar setiap anggaran benar-benar memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat NTT.

Ketua Komisi II, Leonardus Lelo, menegaskan bahwa evaluasi kinerja sebagai instrumen strategis untuk memperbaiki kualitas perencanaan dan pelaksanaan program ke depan. Ia mendorong agar Disperindag lebih fokus pada program yang berorientasi hasil, berkelanjutan, dan mampu memperkuat daya saing produk lokal NTT di pasar regional maupun nasional.

Sementara itu, Kepala Disperindag NTT, Zet Libing, memaparkan berbagai capaian dan tantangan yang dihadapi sepanjang tahun 2025, sekaligus menyampaikan rancangan program prioritas Tahun Anggaran 2026.

Ia menekankan sinergi antara Disperindag dan Dekranasda dalam mendorong promosi, peningkatan kualitas, serta perluasan akses pasar bagi produk-produk unggulan NTT.

Pantaua media, RDP berlangsung dinamis dengan berbagai masukan, kritik konstruktif, dan rekomendasi strategis dari anggota Komisi II. Pembahasan ini diharapkan menjadi pijakan kuat dalam menyusun program Disperindag Tahun Anggaran 2026 yang lebih tepat sasaran, responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha, serta mampu menggerakkan roda ekonomi daerah secara berkelanjutan

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *