daerah

Wujudkan Ketahanan Pangan di NTT, Usman Husin Minta Kementan Segera Benahi Data Petani

Kupang, SonafNTT-News.com. Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Daerah Pemilihan NTT II. Sekitar 80 persen penduduk menggantungkan hidup dari pertanian, bahkan di sejumlah wilayah daratan timur angkanya mencapai 95 persen. Namun ironisnya, besarnya kontribusi sektor ini belum sepenuhnya diiringi dengan kebijakan yang tepat sasaran.

Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, menegaskan bahwa persoalan mendasar yang hingga kini menghambat terwujudnya ketahanan pangan di NTT adalah pendataan petani yang belum akurat dan menyeluruh. Akibatnya, ribuan petani kecil tidak terakomodasi dalam berbagai program bantuan pemerintah.

“Ketahanan pangan tidak bisa dibangun di atas data yang lemah. Banyak petani di NTT bekerja keras di ladang, tetapi tidak terdata dan tidak tergabung dalam kelompok tani. Mereka akhirnya kesulitan mengakses bantuan, terutama alat dan mesin pertanian,” tegas Usman Husin kepada awak media,sabtu 24/1/2026

Menurutnya, semangat dan budaya bertani masyarakat NTT sangat kuat. Namun, banyak petani tidak memiliki lahan sendiri sebagai modal utama produksi. Kondisi ini semakin diperparah dengan lemahnya pendataan, sehingga bantuan dari negara kerap tidak menyentuh kelompok yang paling membutuhkan.

Usman menekankan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) harus segera mengambil langkah konkret dengan melakukan pendataan ulang petani dan kelompok tani di NTT. Ia menilai, dengan status Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang kini berada di bawah Kementan, tidak ada alasan bagi pemerintah pusat untuk tidak turun langsung ke lapangan.

“Kementan memiliki struktur lengkap, mulai dari balai wilayah, BPP, hingga PPL. Semua instrumen ini harus dioptimalkan untuk mendata petani secara valid dan membentuk kelompok-kelompok tani baru,” ujarnya.

Ia juga mendorong Kementan untuk aktif melakukan pendekatan jemput bola, khususnya kepada petani kecil dan petani yang selama ini berada di luar sistem administrasi. Tanpa langkah tersebut, pemerataan bantuan dan peningkatan produksi pertanian akan sulit tercapai.

Usman menegaskan, jika mayoritas masyarakat NTT menggantungkan hidup dari pertanian, maka negara wajib hadir secara nyata, bukan hanya melalui program, tetapi juga melalui kebijakan yang berpihak dan berbasis data.

“NTT memiliki potensi pertanian yang besar. Jika pendataan dibenahi dan pendampingan diperkuat, sektor pertanian bisa menjadi jalan utama peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkokoh ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *