daerah

Puluhan Tahun Naik Sampan, Kini Harapan Datang: Jembatan Usu Rote Ndao Dapat Kucuran Rp11 Miliar, Komisi IV DPRD NTT Siap Kawal

Kupang, SonafNTT-News.com. Puluhan tahun hidup dalam keterisolasian dan risiko keselamatan akhirnya mulai menemukan titik terang. Warga Desa Dayama, Kecamatan Rinduleko, Kabupaten Rote Ndao, yang selama ini menggantungkan aktivitas harian dengan menyeberang sungai menggunakan perahu dan sampan, kini bisa menaruh harapan besar. Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp11 miliar dari APBN untuk pembangunan Jembatan Usu, sebuah infrastruktur vital yang selama ini hanya menjadi mimpi masyarakat setempat.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Simson Polin, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Anak-anak sekolah, petani, hingga warga yang hendak beraktivitas ekonomi terpaksa menyeberang sungai dengan cara tradisional yang sarat bahaya. Tak jarang, kondisi ini menimbulkan insiden yang mengancam keselamatan jiwa.

“Ini bukan sekadar soal infrastruktur, tapi soal nyawa dan masa depan anak-anak kita,” tegas Simson usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Kamis (5/2/2026).

Kabar baiknya, pembangunan Jembatan Usu telah mendapat respons konkret dari pemerintah pusat. Proyek ini akan dikerjakan secara bertahap. Tahap pertama direncanakan mulai tahun ini dengan fokus pada pembangunan bagian bawah atau dudukan jembatan, sementara tahap lanjutan berupa pembangunan jembatan gantung akan dilaksanakan pada tahun berikutnya.

Tak hanya berhenti pada Jembatan Usu, DPRD NTT juga menyoroti kondisi infrastruktur lain yang kian memprihatinkan. Di Kabupaten Kupang, Jembatan Termanu menjadi salah satu perhatian serius karena mengalami kerusakan parah dan berpotensi menghambat konektivitas serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Simson menegaskan, DPRD NTT—khususnya Komisi IV—berkomitmen untuk mengawal penuh setiap tahapan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan nasional di NTT. Ia menekankan bahwa proyek-proyek strategis seperti ini tidak boleh berhenti pada tataran perencanaan atau janji anggaran semata.

“Kami akan pastikan pembangunan ini benar-benar terealisasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, ” pungkasnya.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *