BPJN NTT Kebut Preservasi Rote–Sabu, Rp10,28 Miliar Digelontorkan Agar Jalan Tetap Mantap dan Dongkrak Ekonomi Rakyat
Rote Ndao, SonafNTT-News.com.Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur daerah. Memasuki Tahun Anggaran 2026, BPJN NTT mulai menggeber pekerjaan preservasi Jalan Nasional di Pulau Rote dan Pulau Sabu dengan total anggaran miliaran rupiah. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga kemantapan jalan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 BPJN NTT, Audrian Ramantanta Herdy, ST., M.Sc, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (12/2/2026), menjelaskan bahwa tahun ini terdapat dua paket pekerjaan utama yang ditangani.
Audrian menguraikan bahwa, untuk Kabupaten Rote Ndao, pekerjaan dilakukan secara kontraktual melalui paket:
Preservasi Papela – Sp. Olafulihaa – Pantebaru dan Sp. Olafulihaa – Baa dengan alokasi anggaran sebesar Rp5.935.009.000.
Sementara itu, di Kabupaten Sabu Raijua juga dilaksanakan Paket Preservasi Jalan Bolow – Seba – Mesara melalui mekanisme swakelola dengan anggaran Rp4.349.709.000.
Menurut Audrian, kegiatan preservasi tidak hanya sebatas tambal sulam, tetapi mencakup pemeliharaan rutin, perbaikan perkerasan, serta penanganan titik-titik kerusakan untuk memastikan kondisi jalan tetap mantap dan aman bagi pengguna.
“Pelaksanaan fisik sudah dimulai minggu ini. Tujuannya, agar jalan tidak cepat rusak dan dapat digunakan dalam jangka waktu lebih panjang,” tegasnya.
(Nampak pekerjaan Preservasi sudah mulai di kerjakan)
Ia menambahkan, preservasi jalan memiliki peran vital dalam memperpanjang umur layanan jalan dengan mencegah kerusakan dini. Selain itu, langkah ini juga menjaga kualitas perkerasan, bahu jalan, hingga sistem drainase agar tetap berfungsi optimal.
Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, upaya ini menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Jalan nasional yang mantap akan memperlancar akses menuju area pertanian, peternakan, pendidikan, hingga fasilitas kesehatan. Distribusi hasil bumi dan mobilitas barang serta jasa pun menjadi lebih efisien.
Tak kalah penting, kondisi jalan yang baik mampu menekan risiko kecelakaan akibat lubang dan retakan, sehingga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan semakin terjamin.
“Dengan preservasi yang dilakukan secara preventif, biaya perbaikan besar bisa ditekan. Ini bentuk efisiensi anggaran sekaligus investasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Audrian
Ia menegaskan bahwa langkah BPJN NTT ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pembangunan baru, tetapi juga pada pemeliharaan berkelanjutan. Di tengah tantangan geografis NTT terutama di Rote Ndao dan Sabu Rabu Raijua yang cukup berat, keberlanjutan kualitas jalan nasional menjadi kunci utama konektivitas antar wilayah.

