Dialog Strategis di Noelbaki, Usman Husin Perkuat Sinergi Bersama 217 PPL Demi Swasembada Pangan Nasional
Kupang, SonafNTT-News.com. Komitmen mewujudkan swasembada pangan nasional kembali ditegaskan dalam dialog strategis yang digelar di Balai Pertanian Noelbaki, Kabupaten Kupang. Sebanyak 217 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-daratan Timor yang berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, dan Malaka hadir dalam pertemuan yang dipimpin Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin,Jumat 13/2/2026.
Dalam suasana penuh semangat dan komitmen, Usman Husin dalam sambutannya menegaskan bahwa PPL adalah garda terdepan dalam membangun ketahanan pangan, terutama di wilayah Timor yang memiliki tantangan iklim dan geografis tersendiri. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh PPL yang telah meluangkan waktu untuk berdialog demi masa depan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.
“Pertanian tidak boleh hanya menjadi rutinitas, tetapi harus menjadi gerakan produksi. Mulai dari kebutuhan keluarga hingga skala besar untuk daerah dan nasional,” tegasnya.
(Nampak PPL sedaratan Timor sedang mendengar sambutan dari Anggota DPR RI Usman Husin)
Sebagai mitra strategis petani, PPL dinilai memiliki peran sentral dalam menghadirkan inovasi baru, terutama dalam menghadapi musim hujan dan perubahan pola tanam ke depan. Pendampingan yang intensif kepada kelompok tani, menurutnya, menjadi kunci agar sistem pertanian yang dikembangkan benar-benar berdampak nyata terhadap ketahanan pangan keluarga maupun pemerintah daerah.
Lebih lanjut, Usman Husin mengingatkan bahwa saat ini para PPL berada langsung di bawah naungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, sehingga profesionalisme dan kinerja harus semakin maksimal.
“Bapak Ibu PPL kini memiliki posisi strategis. Optimalisasi peran sangat menentukan sukses tidaknya swasembada pangan. Ini bukan hanya program, tetapi tanggung jawab bersama,” pungkasnya disambut antusias peserta.
Ia menegaskan Dialog ini sebagai penguatan sinergi antara legislatif dan para penyuluh di lapangan. Harapannya, hasil pertemuan ini melahirkan langkah konkret yang mampu mendorong peningkatan produksi pertanian di daratan Timor dan memperkuat kontribusi Nusa Tenggara Timur terhadap ketahanan pangan nasional.

