daerah

Tingkatkan Konektivitas Perbatasan, BPJN NTT Bangun Jembatan Usu 100 Meter Rp 14 Miliar

Kupang, SonafNTT-News.com. Harapan baru bagi masyarakat di wilayah perbatasan akhirnya mulai terwujud. Pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur (BPJN NTT) memulai pembangunan Jembatan Usu di Desa Daimana, Kecamatan Landuleko, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

 

Proyek infrastruktur strategis ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat yang selama ini harus menghadapi berbagai keterbatasan akses transportasi.

 

Jembatan dengan panjang sekitar 100 meter dan lebar 4 meter tersebut dibangun dengan total anggaran Rp14 miliar yang dialokasikan melalui Tahun Anggaran 2026. Pembangunan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan kontrak tahap pertama senilai Rp7 miliar untuk pekerjaan bangunan bawah, sementara kontrak tahap berikutnya dengan nilai yang sama direncanakan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

 

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I, Azhari, ST, MT, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini dirancang agar dapat diselesaikan dalam tahun yang sama sesuai dengan perencanaan konstruksi.

 

 

“Pembangunan ini memang dilakukan bertahap, namun sesuai rencana konstruksi, targetnya bisa diselesaikan tahun ini dengan kualitas pekerjaan yang baik,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

 

 

 

Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, pembangunan jembatan ini memiliki dampak sosial yang besar bagi masyarakat setempat. Selama bertahun-tahun, warga Desa Daimana harus menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Bahkan anak-anak sekolah terpaksa menggunakan sampan untuk mencapai sekolah mereka.

 

 

Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan, terutama saat musim hujan ketika arus sungai menjadi lebih deras.

 

 

Menurutnya, dengan hadirnya Jembatan Usu, akses transportasi masyarakat diharapkan menjadi jauh lebih aman dan cepat. Jembatan ini nantinya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga mobilitas warga, distribusi barang, serta pelayanan pendidikan dan kesehatan dapat meningkat secara signifikan.

 

 

Azhari juga menyampaikan, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan pemerataan pembangunan hingga wilayah perbatasan. Infrastruktur yang memadai diyakini menjadi kunci penting dalam membuka keterisolasian daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

 

 

 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *