Pendidikan

Menuju PIMNAS, Undana Siapkan Strategi Tim Elite untuk Raih Prestasi Nasional

Kupang, SonafNTT-News.com. Universitas Nusa Cendana (Undana) mulai melakukan gebrakan baru dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi ajang ilmiah paling bergengsi di Indonesia, Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Tidak lagi sekadar mengejar pendanaan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), kampus terbesar di Nusa Tenggara Timur ini kini mengadopsi strategi pembentukan “tim elite” mahasiswa untuk bersaing dengan universitas papan atas nasional.

Transformasi strategi tersebut mulai diterapkan melalui Workshop Penyusunan Proposal PKM yang digelar di Aula Rektorat Undana pada Jumat (6/3). Kegiatan ini menghadirkan reviewer nasional sekaligus pakar pendamping dari Universitas Hasanuddin, Prof. Andi Dian Permana, S.Si., M.Si., Ph.D., Apt., yang berbagi pengalaman membawa mahasiswa meraih prestasi di ajang PIMNAS.

Berdasarkan informasi yang di terima dari Humas Undana, Prof. Andi menguraikan bahwa kelemahan mendasar banyak kampus adalah menganggap PKM sebagai kegiatan tambahan atau pelengkap kewajiban fakultas. Ia menegaskan bahwa kunci sukses menembus PIMNAS terletak pada rekrutmen anggota tim yang memiliki visi dan frekuensi motivasi yang sama sejak awal.

PIMNAS bukan untuk semua orang karena lawan kita adalah kampus-kampus ternama di ‘Ring Satu’. Oleh karena itu, pembentukan tim adalah hal yang sangat crucial selain penulisan proposal. Kelompokkanlah mahasiswa sesuai dengan ‘golongannya’ atau kompetensi spesifik yang mereka miliki,” tegas Prof. Andi saat berbagi tips sukses membawa timnya meraih medali di ajang PIMNAS 2024.

Dukungan Institusi dan Peran Dosen Pendamping

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc., menyambut baik perubahan paradigma ini. Ia meminta para dosen pendamping untuk tidak membiarkan mahasiswa berjuang sendiri, melainkan bertindak sebagai bagian integral dari tim tersebut.

“Ini adalah investasi pengalaman yang luar biasa. Kami mendorong para dosen dan tiap fakultas untuk melakukan pembinaan yang lebih terarah agar kreativitas mahasiswa Undana tidak hanya berakhir sebagai draf, tetapi menjadi inovasi yang didanai dan berprestasi di tingkat nasional,” ujar Dr. Siprianus.

Selain masalah manajerial tim, workshop ini membedah secara teknis skema PKM mulai dari Riset Eksakta (RE), Sosial Humaniora (RSH), hingga Karsa Cipta (KC). Strategi utama yang ditekankan adalah kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah nasional yang mendesak dan menawarkannya melalui judul yang provokatif namun ilmiah guna menarik perhatian juri.

Undana tercatat pernah meloloskan 11 proposal pada tahun 2024, namun untuk tahun 2026, universitas menargetkan capaian yang lebih gemilang dengan orientasi raihan medali. Keberhasilan ini nantinya akan berdampak langsung pada penguatan Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas, khususnya pada poin prestasi mahasiswa dan inovasi riset.

Melalui metode pendampingan intensif ini, setiap fakultas di lingkungan Undana kini diinstruksikan untuk melakukan kurasi ketat terhadap proposal mahasiswa sebelum memasuki tahap finalisasi. Dengan persiapan yang lebih sistematis, Undana optimistis dapat mengirimkan representasi terbaiknya untuk bersaing memperebutkan supremasi ilmiah tertinggi bagi mahasiswa di Indonesia tersebut.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *