Setelah Dikeluhkan Warga, Pertamina Segera Datangkan 2.506 Tabung LPG ke Kupang
Kupang, SonafNTT-News.com. Kelangkaan gas LPG yang sempat dikeluhkan masyarakat Kota Kupang dalam dua pekan terakhir akhirnya mendapat respons dari pihak Pertamina. Setelah keresahan warga semakin meluas, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan LPG kembali diperkuat dengan mendatangkan total 2.506 tabung gas ke Kota Kupang dan sekitarnya.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menstabilkan kembali distribusi LPG yang sebelumnya sempat tersendat dan membuat masyarakat kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Kelangkaan tersebut bahkan berdampak pada sejumlah pelaku usaha kecil seperti warung makan dan usaha kuliner yang sangat bergantung pada pasokan LPG.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, saat di konfirmasi pada Senin 9/3/2026 pukul 14.00 wita menjelaskan bahwa kendala distribusi terjadi sejak akhir Februari lalu. Hal ini disebabkan oleh keterlambatan kedatangan kapal serta antrean sandar dan proses bongkar muat kontainer di Pelabuhan Surabaya yang menjadi titik suplai utama LPG ke wilayah Nusa Tenggara Timur.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina mempercepat pengiriman pasokan. Pada Sabtu (7/3), dua kontainer LPG dari Surabaya telah tiba di Pelabuhan Tenau Kupang dan saat ini sedang menunggu proses pembongkaran. Kontainer tersebut membawa 1.381 tabung LPG yang terdiri dari 868 tabung ukuran 12 kilogram, 60 tabung ukuran 50 kilogram, serta 453 tabung ukuran 5,5 kilogram.
Setelah proses bongkar selesai, tabung-tabung gas tersebut akan segera didistribusikan ke berbagai outlet LPG di Kota Kupang dan wilayah sekitarnya agar masyarakat bisa kembali mendapatkan pasokan dengan lebih mudah.
Tidak berhenti di situ, Pertamina juga memastikan pasokan tambahan sebanyak 1.125 tabung LPG akan segera menyusul. Tambahan ini akan dikirim melalui dua kontainer yang dijadwalkan tiba di Kupang pada Senin (9/3). Dengan tambahan tersebut, total LPG yang dikirim untuk menormalkan kembali distribusi di Kupang mencapai 2.506 tabung.
Saat ini, terdapat sekitar 20 outlet LPG non-subsidi yang melayani kebutuhan masyarakat di Kota Kupang dan sekitarnya. Pertamina menegaskan bahwa mereka terus melakukan monitoring ketat terhadap proses distribusi agar tidak terjadi gangguan serupa di kemudian hari.
Langkah cepat mendatangkan ribuan tabung LPG ini diharapkan mampu meredakan keresahan masyarakat yang sebelumnya sempat kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan rumah tangga, terlebih dalam momentum bulan suci Ramadan ketika kebutuhan memasak cenderung meningkat.
Pertamina juga memastikan bahwa kualitas dan kuantitas LPG yang disalurkan tetap sesuai standar, sekaligus menjamin pasokan ke masyarakat tetap aman dan mencukupi
Respons cepat Pertamina dalam mengatasi kelangkaan gas elpiji di Kota Kupang dan sekitarnya mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Anggota DPR RI daerah pemilihan NTT II, Usman Husin, yang menilai langkah cepat tersebut menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat benar-benar didengar.
Setelah sempat dikeluhkan warga selama beberapa waktu, pasokan LPG ke Kupang akhirnya mulai kembali normal menyusul kedatangan ribuan tabung gas dari Surabaya. Langkah percepatan distribusi yang dilakukan Pertamina ini dinilai mampu meredakan keresahan masyarakat yang sebelumnya kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan sehari-hari.
Usman Husin menyampaikan terima kasih kepada Pertamina yang telah merespons cepat berbagai keluhan masyarakat, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, pelayanan yang sigap seperti ini sangat dibutuhkan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Terima kasih kepada Pertamina yang sudah mendengarkan aspirasi masyarakat, khususnya di NTT. Kami berharap pelayanan terbaik seperti ini terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Usman Husin kepada wartawan, Senin (9/3/2026).
Wakil rakyat yang mewakili masyarakat NTT II di Senayan itu menegaskan bahwa gas elpiji bukan sekadar komoditas energi biasa, tetapi telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang sangat vital. LPG digunakan oleh berbagai sektor penting, mulai dari rumah tangga hingga dunia usaha.
Menurutnya, kelancaran pasokan gas sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Industri perhotelan, rumah makan, pelaku UMKM, hingga dapur rumah tangga sangat bergantung pada ketersediaan LPG untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Oleh Karena itu, ia berharap Pertamina terus menjaga stabilitas distribusi gas elpiji, terutama menjelang momentum penting seperti bulan Ramadan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Paskah yang biasanya diiringi dengan peningkatan kebutuhan energi rumah tangga.
Usman Husin juga menyampaikan bahwa koordinasi yang baik antara pemerintah, perusahaan penyedia energi, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengatasi persoalan distribusi energi di daerah. Jika komunikasi dan respons berjalan cepat, maka potensi krisis seperti kelangkaan LPG dapat segera diatasi tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas.
