Pendidikan

Undana Siap Transformasi, RS Pendidikan Didorong Jadi Motor Sistem Kesehatan Akademik Nasional

Kupang, SonafNTT-News.com. Komitmen untuk memperkuat kualitas pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan kembali ditegaskan oleh Universitas Nusa Cendana (Undana). Perguruan tinggi negeri di kawasan Indonesia Timur ini menunjukkan langkah transformasi dengan mendorong rumah sakit pendidikan menjadi pusat integrasi antara layanan kesehatan, pendidikan klinis, dan riset medis yang berstandar nasional hingga internasional.

Langkah strategis tersebut mengemuka dalam Workshop Revitalisasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) bertajuk “Penguatan Peran RSPTN dalam Kerangka Sistem Kesehatan Akademik Menuju Rumah Sakit Pendidikan Berkelas Internasional” yang diselenggarakan di Rumah Sakit Universitas Padjadjaran. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dan Asosiasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri yang mempertemukan para pemangku kepentingan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam forum strategis tersebut, Wakil Rektor II Undana, Paul Gabriel Tamelan, menegaskan bahwa transformasi rumah sakit pendidikan merupakan langkah penting untuk membangun sistem kesehatan akademik yang kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, rumah sakit pendidikan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran klinis, penelitian medis, dan inovasi kesehatan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa RS Undana memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi modal utama menuju transformasi tersebut. Rumah sakit ini berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektare dengan luas bangunan mencapai 1.215 meter persegi, serta memiliki lokasi strategis yang mudah dijangkau masyarakat dan berada dekat dengan kawasan pendidikan. Kondisi ini menjadikannya sebagai tulang punggung pendidikan klinis bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Undana.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor II didampingi oleh Direktur RS Undana Efrisca M. Br. Damanik, Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana Christina Olly Lada, serta Koordinator Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi Kristian Ratu. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan Undana dalam memperkuat sinergi antara rumah sakit, fakultas kedokteran, dan sistem pendidikan tinggi.

Transformasi rumah sakit pendidikan ini juga menjadi bagian dari upaya nasional untuk menciptakan sistem kesehatan akademik yang terintegrasi, di mana pendidikan dokter, penelitian kesehatan, dan pelayanan medis berjalan secara simultan. Model ini dinilai mampu meningkatkan kualitas lulusan kedokteran sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.

“RS Umum Undana didukung oleh tenaga pendidik kompeten yang juga merupakan dosen aktif di Undana. Integrasi antara akademisi dan praktisi medis ini menjadi kunci dalam memberikan pelayanan berkualitas sekaligus mencetak tenaga kesehatan masa depan,” ujar Wakil Rektor II dalam sesi presentasi.

Berdasarkan informasi yang di himpunan dari Humas undana, (selasa, 10/3/2026) data komposisi Sumber Daya Manusia (SDM) terbaru, RS Umum Undana saat ini diperkuat oleh 146 personel. Kekuatan ini terdiri dari 23 dokter (termasuk 10 dokter spesialis di berbagai bidang seperti Bedah, Anak, Obstetri & Ginekologi, hingga Forensik), 69 tenaga kesehatan lainnya yang didominasi oleh 50 perawat, serta 54 staf non-tenaga kesehatan.

Meski memiliki fondasi yang kuat, Undana mengakui perlunya langkah akselerasi dalam penguatan sarana, prasarana, dan teknologi kesehatan. Saat ini, fasilitas pendukung seperti perpustakaan, ruang diskusi, ruang istirahat koas, hingga akses teknologi informasi telah tersedia secara memadai. Namun, guna mencapai standar internasional, pihak universitas tengah memprioritaskan pemenuhan teknologi medis modern dan peralatan penunjang pendidikan klinis yang lebih komprehensif.

Revitalisasi ini diharapkan dapat menyempurnakan peran RS Umum Undana dalam ekosistem Academic Health System (AHS). Dengan penguatan teknologi dan fasilitas pembelajaran klinik yang lebih lengkap, RS Umum Undana diproyeksikan tidak hanya menjadi rumah sakit tipe pendidikan biasa, tetapi mampu bersaing di level internasional dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis riset.

Keikutsertaan delegasi Undana dalam workshop ini menjadi langkah konkret universitas dalam menjalin sinergi dengan Ditjen Dikti dan jejaring RSPTN nasional guna memastikan peta jalan (roadmap) pengembangan rumah sakit berjalan sesuai standar global yang ditetapkan pemerintah.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *