daerah

Pelabuhan Wini Siap Mandiri, Ketua DPRD TTU: 2027 Kapal PELNI Mulai Berlabuh

Kupang, SonafNTT-News.com. Kabar menggembirakan datang dari wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur. Ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kristoforus Efi, ST, mengungkapkan bahwa Pelabuhan Wini diproyeksikan akan segera memasuki babak baru dalam pengembangan sektor transportasi laut. Jika semua proses berjalan sesuai rencana, pada tahun 2027 Pelabuhan Wini sudah dapat disinggahi kapal penumpang milik PT PELNI, yakni KM Lawit.

Hal ini disampaikan Kristo Efi merespon pemerintah daerah bersama berbagai pihak di tingkat pusat. Upaya ini merupakan tindak lanjut dari usulan Bupati TTU kepada Kementerian Perhubungan untuk membuka akses transportasi laut yang lebih luas bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

Menurut Kristo Efi, perjuangan ini tidak hanya berhenti di tingkat daerah. Aspirasi tersebut juga dibawa langsung ke Jakarta untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat. Dalam prosesnya, dilakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, PT PELNI, termasuk PELNI Cabang Kupang. Selain itu, dukungan politik juga diperkuat melalui komunikasi dengan anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTT II, Usman Husin, yang ditemui langsung di Gedung DPR RI.

“Dari hasil koordinasi dengan Dirjen Perhubungan Laut dan PT PELNI, termasuk PELNI Cabang Kupang, diharapkan pada tahun 2027 mendatang Pelabuhan Wini sudah dapat disinggahi kapal angkutan penumpang milik PT PELNI, yaitu KM Lawit,” jelas Kristo Efi kepada wartawan,kami 12/3/2026 di Hotel Aston Kupang usai Bimtek Pendalaman Tugas dan peran Sebagai DPRD.

Sebagai pimpinan DPRD TTU, ia menyambut baik perkembangan tersebut. Menurutnya, kehadiran kapal PELNI di Pelabuhan Wini akan menjadi langkah besar dalam membuka aksesibilitas wilayah, khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara, Belu, dan Malaka.

Selama ini, Pelabuhan Wini dinilai belum dimanfaatkan secara optimal dan masih berada di bawah naungan Pelindo Atambua. Kondisi tersebut membuat potensi besar pelabuhan di kawasan perbatasan itu belum sepenuhnya berkembang.

Karena itu, pemerintah daerah bersama DPRD TTU terus mendorong agar Pelabuhan Wini dapat berdiri secara mandiri. Informasi yang diterima dari Bupati TTU menyebutkan bahwa Kementerian Perhubungan telah menindaklanjuti proses tersebut.

“Kami berharap tahun 2026 atau paling lambat 2027 Pelabuhan Wini sudah mandiri dan bisa disinggahi kapal PELNI maupun kapal-kapal besar lainnya. Pelabuhan Wini sangat ideal untuk sandar kapal barang maupun kapal penumpang,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *