Pendidikan

Riset Kampus Menyentuh Desa: Undana Siapkan Rp1 Miliar untuk Program Pembangunan di Sumba Timur

Kupang, SonafNTT-News.com. Komitmen perguruan tinggi untuk hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat kembali ditunjukkan oleh Universitas Nusa Cendana (Undana). Kampus terbesar di Nusa Tenggara Timur ini menyiapkan dana sekitar Rp1 miliar untuk menjalankan program Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Berdampak yang difokuskan pada pembangunan masyarakat di Kabupaten Sumba Timur.

Program ini bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan langkah konkret menghadirkan hasil riset kampus yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat desa. Melalui program ini, berbagai persoalan pembangunan seperti stunting, gizi buruk, pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan, kesehatan, hingga pendidikan akan menjadi fokus intervensi para akademisi Undana.

Langkah awal program tersebut ditandai dengan penerjunan tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Undana ke wilayah Sumba Timur. Tim yang dipimpin oleh Dr. Andreas Umbu Roga, S.Pd., M.Kes. melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah guna memastikan program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Menurut Andreas, Undana memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk memastikan ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di ruang kuliah dan jurnal ilmiah, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Undana memiliki komitmen kuat untuk hadir di tengah masyarakat melalui riset pilihan dan pengabdian yang memberikan solusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Kehadiran tim Undana disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Timur. Dalam audiensi bersama Bupati dan Sekretaris Daerah, tim memperoleh berbagai data strategis mengenai kondisi wilayah serta prioritas pembangunan daerah. Berdasarkan analisis kebutuhan tersebut, Kecamatan Pahunga Lodu ditetapkan sebagai pusat pelaksanaan program.

Dari hasil verifikasi lapangan serta diskusi dengan pemerintah kecamatan dan tokoh masyarakat, akhirnya ditetapkan enam desa sebagai lokasi sasaran program. Program ini dijadwalkan mulai berjalan pada April 2026, dengan pendekatan berbasis potensi lokal agar masyarakat dapat mengembangkan sumber daya yang dimiliki secara optimal.

Melalui program ini, Undana ingin menjadikan desa bukan hanya sebagai lokasi pengabdian, tetapi juga sebagai laboratorium sosial bagi para akademisi untuk menghasilkan inovasi yang aplikatif. Dengan pendekatan ini, berbagai potensi lokal diharapkan dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Skema pendanaan Rp1 miliar tersebut akan disalurkan melalui proses seleksi proposal yang ketat dari para profesor, pimpinan fakultas, serta dosen di lingkungan Undana. Para akademisi inilah yang nantinya akan menjadi penggerak utama dalam merancang solusi berbasis riset bagi berbagai persoalan pembangunan di desa.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Undana juga mengintegrasikan kegiatan ini dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa. Mahasiswa akan diterjunkan secara berkala dalam tiga gelombang setiap tahun, yaitu pada semester genap, masa alih semester, dan semester ganjil.

Pendampingan yang berkelanjutan ini diharapkan mampu memperkuat dampak program sehingga masyarakat desa tidak hanya menerima bantuan sementara, tetapi juga mendapatkan transfer pengetahuan yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari kontribusi Undana dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan kemitraan pembangunan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Meskipun tantangan geografis seperti akses transportasi dan kondisi cuaca menjadi kendala tersendiri di wilayah Sumba Timur, tim optimistis program ini akan berjalan dengan baik melalui kolaborasi erat antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Melalui program ini, Undana semakin menegaskan perannya sebagai

“menara air ilmu pengetahuan” yang tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga menyalurkan manfaat ilmu tersebut langsung kepada masyarakat.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *