daerah

Reses di Baumata, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT Winston Neil Rondo Soroti Status Jalan dan Desak Pemerintah serta Balai Jalan Nasional NTT Segera Benahi Jalan Rusak 15 Tahun Terabaikan

Kupang, SonafNTT-News.com. Kunjungan reses Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo, di RT 10 RW 03 Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Minggu (15/3/2026), menjadi momentum penting bagi warga untuk menyuarakan berbagai persoalan mendasar yang telah lama mereka hadapi, terutama terkait kerusakan infrastruktur jalan yang tak kunjung diperbaiki selama lebih dari 15 tahun.
Kehadiran legislator dari Fraksi Partai Demokrat tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat. Turut hadir dalam kegiatan itu tokoh masyarakat Nimus Ba’as, tokoh pendidikan, perwakilan Puskesmas Baumata, tokoh agama, tokoh pemuda, serta sekitar 20 kepala keluarga yang ikut berdialog langsung menyampaikan aspirasi.

Dalam sambutannya, tokoh masyarakat Nimus Ba’as menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Winston Neil Rondo yang telah meluangkan waktu untuk mendengar langsung kondisi riil masyarakat di wilayah tersebut.

Menurutnya, persoalan paling mendesak yang dihadapi warga adalah kondisi ruas jalan Baumata–Banael yang sudah rusak parah dan tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah selama belasan tahun.

 

(Tokoh Masyarakat Nimus Ba,as saat memberikan sambutan )

 

“Terima kasih banyak Bapak Dewan atas kunjungannya. Kami berharap ada perhatian serius terhadap perbaikan ruas Jalan Baumata–Banael yang kondisinya sangat memprihatinkan. Jalan ini sudah lebih dari 18 tahun belum mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

Dalam dialog bersama warga, berbagai aspirasi pun mengemuka. Markus Neno Liu mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan kecil untuk mempermudah akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan, sekolah, pasar, serta mengangkut hasil pertanian. Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan sumur bor, lampu jalan, serta pemasangan tiang listrik bagi sekitar 30 kepala keluarga yang masih membutuhkan akses listrik.

 

 

Aspirasi lainnya disampaikan oleh Anis Sanam yang meminta bantuan ternak babi serta dukungan pengembangan usaha ayam petelur guna meningkatkan ekonomi keluarga. Sementara itu, pengurus Kelompok Umat Basis Kapela St. Andreas Baumata, John Seran, mengusulkan bantuan ternak babi dan pengembangan sayur-mayur sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Beato Dionisius juga mengusulkan Lampu Jalan guna membantu pengendara dan pejalan kaki melihat kondisi jalan dengan jelas pada malam hari. Dengan penerangan yang cukup, risiko kecelakaan lalu lintas dapat berkurang karena lubang, tikungan, atau rintangan di jalan dapat terlihat.

“Penerangan yang baik di jalan dapat mengurangi potensi tindak kriminal seperti pencurian, perampokan, atau tindakan kejahatan lainnya. Area yang terang biasanya lebih aman dibandingkan tempat yang gelap dan Mempermudah Aktivitas Masyarakat Malam Hari bahkan memudahkan masyarakat tetap beraktivitas pada malam hari, seperti pergi ke pasar, menghadiri kegiatan sosial, atau melakukan perjalanan antar desa” ujarnya

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Winston Neil Rondo memberikan apresiasi kepada warga yang selama ini tetap menunjukkan semangat gotong royong memperbaiki jalan secara swadaya.

“Di zaman yang sudah modern ini masih ada masyarakat yang memiliki ketulusan untuk bergotong royong memperbaiki jalan secara swadaya. Ini sesuatu yang luar biasa dan patut mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” ujarnya di hadapan warga

 

 

(Wakil ketua Komisi V DPRD NTT Winston Neil Rondo saat Menanggapi usulan warga)

 

Ia menegaskan bahwa persoalan utama yang menyebabkan jalan tersebut tak kunjung diperbaiki adalah ketidakjelasan status kewenangan jalan antara pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi. Akibatnya, selama lebih dari 15 tahun kondisi jalan terus mengalami kerusakan tanpa penanganan yang jelas.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh mempersulit masyarakat hanya karena persoalan administrasi atau status kewenangan.

“Jangan sampai rakyat yang setiap hari membayar pajak harus menderita hanya karena status jalan yang tidak jelas. Warga setiap hari melewati jalan ini untuk ke pasar, bekerja, anak-anak ke sekolah, dan ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Winston juga mendorong agar pemerintah daerah bersama instansi terkait segera duduk bersama untuk menelusuri kembali dokumen lama terkait status jalan tersebut, mengingat lokasi ruas jalan ini juga berkaitan dengan wilayah perbatasan antara Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Ia menilai sinergi antara berbagai pihak sangat diperlukan, termasuk Dinas PUPR Kabupaten Kupang, Dinas PUPR Kota Kupang, Dinas PUPR Provinsi NTT, hingga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT agar persoalan tersebut bisa diselesaikan melalui program pembangunan seperti Jalan Inpres Daerah (IJD).

Sebagai bentuk kepedulian langsung kepada masyarakat, Winston Neil Rondo juga memberikan bantuan material tanah putih untuk membantu peningkatan kondisi ruas jalan Baumata–Banael agar akses masyarakat, khususnya anak-anak yang bersekolah, dapat lebih mudah dilalui.

Selain persoalan jalan, ia juga menyoroti kebutuhan listrik bagi warga yang saat ini masih terbatas. Berdasarkan data yang dihimpun dari masyarakat, terdapat sekitar 30 kepala keluarga yang membutuhkan akses listrik dan jumlah tersebut berpotensi berkembang hingga 100 kepala keluarga karena kawasan tersebut mulai berkembang sebagai permukiman baru.

Ia berharap pihak PLN wilayah NTT dapat memberikan perhatian agar akses listrik dapat menjangkau seluruh wilayah tersebut sehingga anak-anak dapat belajar dengan baik pada malam hari dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi.

Di sisi lain, persoalan air bersih juga menjadi perhatian warga. Banyak masyarakat masih kesulitan mendapatkan air bersih sehingga membutuhkan pembangunan sumur bor. Untuk itu, Winston berharap adanya perhatian dari Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II agar kebutuhan dasar masyarakat tersebut dapat terpenuhi.

Usai kegiatan reses, Winston Neil Rondo bersama warga langsung meninjau kondisi ruas Jalan Baumata–Banael yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat.
Menurut warga, setiap musim hujan mereka terpaksa mengumpulkan dana secara swadaya untuk menimbun jalan agar tetap bisa dilalui kendaraan.

 

 

 

(Anggota DPR NTT Winston Neil Rondo saat Meninjau Ruas Jalan Baumata -Banael)

 

 

“Kami berharap ke depan ada perhatian serius dari pemerintah dan Balai Jalan Nasional NTT agar jalan ini tidak lagi menjadi beban bagi masyarakat,” pungkasnya.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *