daerah

Kunjungan Kerja Spesifik ke Bulog NTT, Usman Husin Pastikan Stok Beras Aman dan Pemda Harus Dorong Pasar Murah ke Pelosok Desa

Kupang, SonafNTT-News.com. Menjelang tiga hari raya besar keagamaan yakni Idul Fitri, Paskah, dan Nyepi, isu ketersediaan bahan pokok kembali menjadi perhatian masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Kekhawatiran akan lonjakan harga pangan dan keterbatasan pasokan sering muncul setiap kali mendekati momen hari besar. Karena itu, kunjungan kerja spesifik yang dilakukan anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin ke gudang Perum Bulog NTT di Bolok menjadi langkah strategis untuk memastikan kondisi stok pangan di daerah tetap aman, Senin 17/3/2026. Turut hadir Kepala Gudang Alak Yosep Yogi dan Manajer Bisnis Bulog NTT Elita J.Mautang.

Dalam kunjungan tersebut, Usman Husin memastikan bahwa stok beras di Gudang Bolok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.

Berdasarkan hasil pemantauan, sekitar 8.000 ton beras disiapkan khusus untuk menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang Idul Fitri. Menurutnya, sebagai wakil rakyat, memastikan ketersediaan pangan merupakan bagian dari tanggung jawab negara agar masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Selain memastikan stok aman, Usman Husin juga menyoroti pentingnya penguatan sistem distribusi pangan di wilayah NTT yang memiliki kondisi geografis cukup menantang.

Ia mengusulkan kepada Menteri Pertanian agar pemerintah mempertimbangkan pembangunan tambahan gudang beras di beberapa wilayah strategis seperti Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Malaka. Penambahan gudang ini dinilai penting untuk mempercepat distribusi beras serta memperkuat cadangan pangan di wilayah yang jauh dari pusat distribusi.

“ Pasar murah harus dilakukan di daerah pelosok karena banyak masyarakat yang masih membutuhkan bantuan pangan dari pemerintah dan hal Ini berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dan hajat hidup orang banyak.,” tegas Usman Husin.

Tidak hanya soal stok dan distribusi, Usman Husin juga menekankan pentingnya program pasar murah bagi masyarakat kecil. Ia meminta agar Bulog bersama pemerintah daerah memperluas pelaksanaan pasar murah hingga ke daerah-daerah pedalaman seperti Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Rote Ndao, Sabu Raijua, Kabupaten Kupang, Belu, Malaka hingga wilayah Sumba.

Menurutnya, masih banyak masyarakat di pelosok yang sangat membutuhkan bantuan pangan dari pemerintah, terutama dalam menghadapi kenaikan harga bahan pokok.

“Pasar murah harus menjangkau desa-desa karena ini berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dan hajat hidup orang banyak,” tegas Usman Husin.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Bulog NTT Ramaijon Parulian Purba menjelaskan bahwa secara keseluruhan stok beras di gudang Bulog NTT saat ini mencapai sekitar 17.000 ton. Selain itu, masih terdapat sekitar 7.000 ton beras yang sedang dalam perjalanan menuju NTT sehingga total stok yang akan tersedia mencapai sekitar 24.000 ton.

Menurutnya, Bulog setiap hari menyalurkan sekitar 100 ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai pasar, khususnya di Kupang. Dengan asumsi penyaluran selama 25 hari dalam satu bulan, maka sekitar 2.500 ton beras disalurkan untuk menjaga stabilitas harga di pasar. Dengan jumlah tersebut, stok beras dipastikan cukup untuk menjaga kestabilan harga hingga tiga bulan ke depan.

Namun, Ramaijon menegaskan bahwa penyaluran bantuan pangan harus mengikuti aturan yang berlaku. Untuk bantuan sosial, penyaluran dilakukan berdasarkan data penerima yang telah ditetapkan melalui sistem by name by address. Sedangkan untuk program stabilisasi harga melalui beras SPHP dan gerakan pangan murah, pemerintah daerah harus lebih proaktif mengajukan permohonan kepada Bulog agar penyaluran dapat dilakukan hingga ke pelosok desa.

Karena itu, ia mendorong para bupati di seluruh kabupaten/kota di NTT agar mengoptimalkan peran dinas terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk segera mengajukan permohonan operasi pasar murah.

Selain beras, Bulog NTT juga memastikan ketersediaan minyak goreng komersial dalam jumlah yang cukup. Dari pengajuan pembelian lebih dari 2,8 juta liter kepada pemasok, sekitar 1,1 juta liter telah masuk ke gudang. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 ribu liter telah disalurkan ke pengecer, sementara stok yang masih tersedia di gudang mencapai sekitar 700 ribu liter yang siap didistribusikan ke pasar-pasar di seluruh wilayah NTT.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *