Jelang Idul Fitri 1447 H, Paskah, dan Nyepi 2026, Jane Natalia Suryanto Serukan Keadilan, Kasih, dan Harmoni Antar Umat
Kupang, SonafNTT-News.com. Menjelang rangkaian hari besar keagamaan yang hampir berdekatan—Idul Fitri 1447 Hijriah, Paskah 2026, dan Nyepi Tahun Baru Saka 1948—Wakil Ketua DPW PAN NTT, Jane Natalia Suryanto, menyampaikan pesan iman yang menggugah sekaligus relevan dengan kondisi sosial saat ini.
Dalam pernyataannya, Jane Natalia Suryanto (selasa, 17/3/2026) menekankan bahwa momentum tiga hari suci ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan panggilan refleksi bersama untuk membangun kehidupan yang lebih adil, penuh kasih, dan harmonis di tengah keberagaman.
Idul Fitri, menurutnya, menjadi titik kembali bagi umat Islam untuk menemukan fitrah—kesucian hati setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Lebih dari itu, momen ini juga menjadi ajang mempererat persaudaraan serta menumbuhkan empati sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Paskah membawa pesan mendalam tentang kebangkitan sebagai sumber harapan baru. Ia menegaskan bahwa kebangkitan Kristus bukan hanya peristiwa iman di masa lalu, tetapi kekuatan nyata yang mampu membebaskan manusia dari ketakutan, kegagalan, dan keputusasaan di masa kini. Masa Prapaskah pun dimaknai sebagai waktu penting untuk bertobat, memperbaiki relasi dengan Tuhan dan sesama, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Di sisi lain, Nyepi hadir dengan pesan yang tak kalah kuat: keheningan sebagai jalan menuju kebijaksanaan. Dalam suasana sunyi, manusia diajak untuk merenung, menata kembali diri, serta menemukan kedamaian batin. Nilai Tri Hita Karana—harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam—menjadi landasan penting dalam menjaga keseimbangan hidup.
Lebih jauh, ia menggarisbawahi pentingnya toleransi antarumat beragama, terutama karena momentum ketiga hari besar ini berdekatan. Menurutnya, kondisi ini justru menjadi peluang emas untuk memperkuat persatuan dan saling menghormati di tengah perbedaan.
“Ini adalah saat yang tepat bagi kita semua untuk tidak hanya memperdalam iman secara pribadi, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sosial—menjadi pelaku keadilan, pembawa damai, dan saksi kasih bagi sesama,” pesannya.
