Jembatan Oelamasi I Putus, BPJN NTT Kebut Jalur Alternatif Trans Timor: Target Dibuka Malam Ini
Kupang, SonafNTT-News.com. Putusnya Jembatan Oelamasi I di Km 38, Kabupaten Kupang, pada Kamis (26/3/2026), langsung mengguncang jalur vital Trans Timor—urat nadi penghubung aktivitas warga dan distribusi logistik di Nusa Tenggara Timur. Dalam sekejap, akses yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat terhenti, memicu kekhawatiran akan dampak ekonomi dan sosial yang meluas.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT bergerak cepat dengan satu misi: memulihkan konektivitas secepat mungkin. Jalur alternatif di Sta. 37+100 kini dikebut pembangunannya, menjadi harapan utama agar wilayah terdampak tidak terisolasi lebih lama.
Di lapangan, situasinya dramatis. Alat berat bekerja tanpa henti, pekerja berpacu dengan waktu, siang dan malam menyatu dalam satu target besar—jalur darurat harus bisa dibuka malam ini. Tekanan tinggi terasa, karena setiap jam keterlambatan berarti gangguan lebih besar bagi masyarakat.
“Kami kerja ekstra di lapangan agar akses masyarakat segera pulih,” tegas Kepala Satuan Kerja PJN 2 NTT, Andria Muharami Fitra, Sabtu (28/3/2026).
Jalur alternatif ini bukan sekadar solusi teknis. Ia menjadi penyelamat bagi ribuan warga. Dengan terbukanya akses, mobilitas masyarakat bisa kembali berjalan—anak-anak bisa bersekolah, pekerja kembali beraktivitas, dan layanan kesehatan tetap dapat dijangkau.
Lebih dari itu, jalur ini menjadi kunci menjaga stabilitas pasokan logistik. Tanpa akses yang memadai, distribusi bahan pokok terancam tersendat dan berpotensi memicu lonjakan harga di wilayah terdampak.
BPJN NTT juga memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas. Penggunaan infrastruktur sementara seperti jembatan Bailey dengan batas beban tertentu disiapkan untuk mengalihkan arus lalu lintas secara aman hingga jembatan utama diperbaiki.
Pantauan di lokasi menunjukkan progres yang terus bergerak. Semangat gotong royong dan koordinasi lintas tim menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi darurat ini. Optimisme pun menguat—jalur alternatif diyakini segera dapat difungsikan.
Andria juga mengimbau masyarakat agar bersabar dan mendoakan agar cuaca aman sehingga pekerjaan Jalur Alternatif Trans Timor segera rampung sehingga memudahkan akses masyarakat ke Kabupaten Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu dan Malaka.

(nampak kepala BPJN NTT bersama Jajaran sedang memantau Pekerjaan Jalur Alternatif Trans Timor, sabtu 28/3/2026)