daerah

Langkah Besar Ekonomi NTT, DPRD Resmi Setujui Transformasi Bank NTT Jadi Perseroda

Kupang, SonafNTT-News.com. Momentum penting bagi arah ekonomi daerah akhirnya tercipta. Dalam Rapat Paripurna ke-73 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026, DPRD Nusa Tenggara Timur resmi menyetujui perubahan bentuk hukum Bank Pembangunan Daerah NTT menjadi Perseroan Daerah (Perseroda). Keputusan ini dinilai sebagai langkah strategis yang akan menentukan masa depan pengelolaan keuangan daerah sekaligus memperkuat daya saing ekonomi NTT.

Rapat yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD NTT pada Kamis (09/04/2026) itu dipimpin Ketua DPRD NTT, Emelia Julia Nomleni, didampingi Wakil -wakil Ketua DPRD NTT Fernando Jose Lemos Osorio Soares , Petrus Berekmans Roby Tulus,S.Sos , Kristien Samiyati Pati, SP, dan Gubernur NTT , Wakil Gubernur NTT bersama Anggota – anggota DPRD NTT serta Para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang bertempat di ruang Sidang Utama kantor Sekretariat DPRD NTT, Kamis, 09/04/2026.

 

Pantauan media, Sorotan utama publik tertuju pada keputusan bulat DPRD yang memberikan “lampu hijau” terhadap transformasi Bank NTT. Perubahan status menjadi Perseroda diyakini membuka ruang yang lebih luas bagi profesionalisme pengelolaan, fleksibilitas bisnis, serta peluang ekspansi yang lebih agresif di sektor perbankan regional.

 

Tak hanya sekadar perubahan administratif, langkah ini juga mencerminkan keberanian politik DPRD dan pemerintah daerah dalam mendorong reformasi BUMD. Dengan status baru, Bank NTT diharapkan mampu meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, serta menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

 

Namun dibalik optimisme tersebut, para pimpinan  dan Anggota DPRD NTT juga menaruh harapan besar sekaligus pengawasan ketat. Transformasi ini mendorong transparansi, akuntabilitas, serta manajemen yang benar-benar profesional agar tidak sekadar berganti nama, tetapi juga menghadirkan kinerja nyata dengan mengacu terhadap ketentuan yang berlaku.

 

Pantauan media, Penandatanganan berita acara persetujuan bersama menjadi simbol kuat bahwa DPRD dan pemerintah provinsi berada dalam satu visi. Ranperda pun resmi diserahkan kepada Gubernur NTT untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

 

 

 

 

Sementara Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena usai Paripurna DPRD NTT menyampaikan bahwa langkah ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi bagian dari strategi besar reformasi keuangan daerah.

 

Menurutnya, Secara substansi, perubahan menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Perseroda) membawa beberapa implikasi penting: Pertama, dari sisi tata kelola. Dengan status Perseroda, Bank NTT memiliki fleksibilitas yang lebih besar dibandingkan badan usaha sebelumnya. Ini berarti pengambilan keputusan bisnis bisa lebih cepat, profesional, dan tidak terlalu birokratis. Namun, di sisi lain, akan kita mendorong transparansi yang lebih tinggi, apalagi setelah disebutkan bahwa laporan keuangan kini disusun “apa adanya” sesuai kondisi riil. Hal ini berkaitan manajemen yang harus diperkuat  guna kemajuan perbankan.

 

Kedua, terkait dividen. dividen diharapkan meningkat tahun depan menunjukkan bahwa saat ini kondisi bank masih dalam fase konsolidasi atau pembenahan. Optimisme direksi tentu positif, tetapi masyarakat akan menunggu bukti konkret—karena dividen ini berkaitan langsung dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

 

“ kaitan dengan Dividen, saya kemarin di laporkan Direksi saat ini dilakukan pembenahan dan membuat kondisi riil Bank NTT apa adanya.Mereka sampaikan laporan keuangan dibuat sesuai kondisi ril. Bank NTT optimis Dividen Tahun depan akan mengalami peningkatan Dividen. dan kita mendorong agar Transformasi Bank NTT kedepan lebih baik guna memperkuat pembangunan daerah “ ujarnya

 

Ketiga, fokus pada ekonomi lokal. Penekanan pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi poin penting. Jika benar dioptimalkan, ini bisa membantu UMKM di NTT yang selama ini sering terkendala akses modal. Namun, yang harus diperhatikan adalah memastikan kredit tersebut tepat sasaran dan menghindari risiko kredit macet.

 

Keempat, dampak terhadap PAD. Transformasi ini diharapkan meningkatkan kontribusi Bank NTT ke kas daerah oleh karena itu termasuk efisiensi operasional dan ekspansi bisnis  harus di lakukan  dengan   sehat bagi kemajuan  daerah  sesuai tahapan  yang berlaku.

 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *