Langkah Besar Undana, Gandeng Model Sukses Unud, Siap Jadi Pusat Internasional di Timur Indonesia
Denpasar, SonafNTT-News.com. Langkah strategis tengah dimainkan Universitas Nusa Cendana (Undana). Kampus kebanggaan Nusa Tenggara Timur ini tak lagi sekadar berbenah di tingkat lokal, tetapi mulai mengarahkan bidikan ke panggung global. Melalui rencana pendirian Confucius Institute (CI), Undana menunjukkan target besar menjadi pusat keunggulan pendidikan internasional di kawasan Indonesia Timur.
Dalam kunjungan benchmarking ke Universitas Udayana (Unud) pada Senin (27/4/2026), Rektor Undana, Prof.Dr.Ir. Jefri S. Bale, ST.,M.Eng beserta jajarannya mempelajari model pengelolaan pusat bahasa dan budaya Tiongkok yang sukses diintegrasikan dengan sektor pariwisata.
Kunjungan ini diterima langsung oleh Wakil Rektor IV Unud, Prof. Made Sucipta, Dekan Fakultas Pariwisata Dr. I Wayan Suardana, serta jajaran direksi Tourism Confucius Institute (TCI) Unud. Undana menargetkan lembaga internasional ini dapat diluncurkan secara resmi pada tahun 2027.
Kunjungan benchmarking ke Universitas Udayana (Unud memiliki tujuan besar: mengadopsi model sukses Tourism Confucius Institute (TCI) yang telah terbukti mampu mengintegrasikan pendidikan bahasa, budaya, dan sektor pariwisata secara konkret. Model ini dinilai relevan untuk Kupang, yang memiliki potensi besar sebagai pintu gerbang pariwisata dan kerja sama internasional di wilayah timur Indonesia.
Yang membuat langkah ini “menarik ” adalah implikasinya. Jika terealisasi pada 2027, Confucius Institute di Undana bukan hanya menjadi pusat pembelajaran bahasa Mandarin, tetapi juga jembatan strategis antara Indonesia dan Tiongkok—dua kekuatan yang semakin intens dalam kerja sama ekonomi, pendidikan, dan pariwisata. Artinya, lulusan Undana berpotensi memiliki akses lebih luas ke pasar kerja global, terutama di sektor-sektor yang selama ini sulit ditembus oleh SDM dari kawasan timur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari humas dan kerja sama Undana, untuk urusan
operasionalnya Undana akan didampingi oleh Jiangxi Science and Technology Normal University sebagai mitra perguruan tinggi dari Tiongkok, yang saat ini sedang bermitra dalam penyelenggaraan Kelas Kursus Bahasa Mandarin di UPT Laboratorium Bahasa.
Sementara Rektor Undana, Prof.Dr.Ir. Jefri S. Bale, ST.,M.Eng menerangkan bahwa Fokus utama CI Undana selain diperuntukkan bagi mahasiswa, juga terbuka bagi masyarakat umum di Nusa Tenggara Timur (NTT) guna mendukung penguatan literasi bahasa Mandarin bagi pelaku industri pariwisata dan investasi.
“Kami melihat peluang besar untuk membuka Confucius Institute setelah berdiskusi dengan Prof. Tao dari Jiangxi University. Kehadiran pusat bahasa ini akan memberikan nilai tambah bagi lulusan Undana agar memiliki sertifikasi kompetensi bahasa Mandarin resmi yang diakui internasional,” ungkap Rektor Undana.
Berdasarkan pengalaman Unud, operasional CI didukung penuh oleh pemerintah Tiongkok melalui penyediaan tenaga pengajar penutur asli (native speaker) serta bantuan sarana dan prasarana. Untuk menjamin keberlanjutan tanpa membebani anggaran universitas, Undana akan mengadopsi strategi income generating melalui layanan kursus bahasa, ujian sertifikasi HSK, serta pelatihan bagi pemangku kepentingan (stakeholders).
Kolaborasi lintas universitas antara Undana dan Unud ini dinilai krusial untuk mempercepat proses perizinan di tingkat kementerian. Unud berkomitmen mendampingi Undana dalam menyusun proposal teknis berdasarkan pengalaman diplomasi tingkat tinggi yang pernah mereka lalui saat merintis TCI sejak 2018.
