Gebrakan Baru di Labuan Bajo: Bank NTT Teken PKP KUR dengan Target Rp 350 Miliar UMKM, Menteri Maman Abdurrahman Turun Tangan
Labuan Bajo, SonafNTT-News.com. Langkah besar kembali ditorehkan Bank NTT.dan kini bank daerah ini resmi kembali dipercaya pemerintah pusat untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan hak tersebut ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pembiayaan (PKP) bersama Kementerian UMKM Republik Indonesia di Labuan Bajo.kegiatan PKP di sertakan dengan rangkaian kegiatan sosialisasi dan akad massal KUR tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur di Labuan Bajo, Selasa 28 april 2026
Yang membuat momentum ini terasa “Strategis ” adalah kehadiran langsung Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Ia secara tegas mengingatkan bahwa KUR bukan bantuan cuma-cuma, melainkan instrumen strategis yang harus dikelola disiplin untuk mendorong UMKM naik kelas. Pesannya jelas: akses modal harus diikuti inovasi, keberanian ekspansi, dan pengelolaan usaha yang profesional.
Target penyaluran Rp 350 miliar yang dibebankan kepada Bank NTT juga bukan angka kecil. Ini menjadi ujian sekaligus peluang. Di satu sisi, angka tersebut menunjukkan kepercayaan pemerintah pusat yang kembali pulih setelah sekitar enam tahun vakum. Di sisi lain, publik akan menyoroti sejauh mana dana tersebut benar-benar menyentuh pelaku usaha kecil di akar rumput, bukan hanya berputar di kelompok tertentu.
Menariknya, skema yang digunakan kali ini tidak hanya fokus pada penyaluran kredit, tetapi juga menekankan pendampingan.
Menteri Maman dalam kesempatan itu secara terbuka meminta Bank NTT untuk tidak berhenti sebagai “penyalur dana”, melainkan menjadi mitra UMKM dalam membangun literasi keuangan dan strategi bisnis. Ini menjadi pembeda penting, karena selama ini banyak program kredit yang gagal berdampak akibat minimnya pendampingan.
Sementara Gubernur NTT Emanuel Melki Laka Lena yang menegaskan bahwa KUR harus menjadi alat pemerataan ekonomi, bukan sekadar program formalitas. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang transparan dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.
“KUR harus menjadi instrumen penggerak ekonomi rakyat. Dengan tata kelola yang profesional, akuntabel dan tepat sasaran serta berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Melki.
Gubernur Melki menegaskan penyaluran KUR dari Bank NTT harus tepat saran dan manajemennya harus benar-benar sehat sesuai ketentuan perbankan yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah ke arah yang lebih baik.
