Politik

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Teken Anggaran Rp7,8 Triliun untuk Industri Udang di Sumba

 

Kupang, SonafNTT-News.com. Pernyataan Ketua DPW PAN NTT sekaligus Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, langsung menyita perhatian publik saat pelantikan pengurus DPW PAN dan DPD PAN 22 kabupaten/kota di Graha Undana. Dalam pidatonya, ia mengungkapkan bahwa Komisi IV DPR RI ikut menandatangani alokasi anggaran jumbo senilai Rp7,8 triliun untuk pembangunan industri udang di Pulau Sumba.

 

 

 

Tak hanya menjadi wacana, Ahmad Yohan menegaskan bahwa proyek tersebut sudah mulai berjalan. Bahkan, pencairan tahap pertama disebut telah dilakukan dengan nilai mencapai Rp2,8 triliun. Pernyataan ini pun memunculkan optimisme besar terhadap masa depan sektor perikanan dan kelautan di Nusa Tenggara Timur.

 

 

 

Menurut Ahmad Yohan, proyek industri udang di Sumba bukan sekadar pembangunan tambak biasa, tetapi bagian dari strategi besar untuk menjadikan NTT sebagai salah satu pusat ekonomi kelautan nasional. Industri ini diyakini mampu membuka ribuan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

 

 

 

“Ini bukan hanya soal investasi besar, tetapi bagaimana masyarakat Sumba bisa merasakan dampak ekonomi secara langsung. Nelayan, petani tambak, UMKM hingga tenaga kerja lokal harus menjadi bagian utama dari pembangunan ini,” tegasnya di hadapan kader PAN dan sejumlah tokoh daerah.

 

 

 

Selain proyek industri udang, Ahmad Yohan juga membeberkan keberhasilan Komisi IV DPR RI dalam mengawal anggaran Rp1,2 triliun untuk pembangunan industri garam di Sabu Raijua, Rote Ndao, dan Kabupaten Kupang. Ia menilai langkah tersebut menjadi bukti nyata bahwa PAN terus bergerak membantu masyarakat pesisir dan nelayan di NTT.

Sorotan publik juga tertuju pada program Kampung Nelayan Merah Putih yang kini mulai dibangun pemerintah. Untuk tahap pertama, terdapat 60 titik secara nasional dan lima titik berada di NTT, yakni di Kabupaten Kupang, Manggarai Barat, Alor, Ende, dan Flores Timur. Ahmad Yohan bahkan mengaku telah menjalin komunikasi dengan Gubernur NTT terkait penambahan 20 titik baru dengan nilai proyek mencapai Rp23 miliar per titik.

 

 

 

Dalam pidatonya, Ahmad Yohan menekankan bahwa seluruh perjuangan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab politik PAN kepada masyarakat. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas partai demi membangun NTT. Meski Gubernur berasal dari Partai Golkar dan Bupati Kupang dari Partai Gerindra, PAN, kata dia, tetap memilih bekerja sama demi kemajuan Flobamora.

 

 

 

About The Author