daerah

Proyek Strategis BPJN NTT di TTU Capai 30%, PPK Tegaskan Utamakan Kualitas

TTU, SonafNTT-News.com — Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan. Salah satu proyek strategis yang kini menjadi perhatian publik adalah penggantian Jembatan Lelone di Desa Manamas, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), yang progres pekerjaannya telah mencapai 30 %.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 BPJN NTT, Dirmala, S.ST, menerangkan bahwa seluruh pekerjaan di lapangan terus berjalan sesuai ketentuan teknis dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi.

“Progresnya sudah mencapai 30 % dan kami bersama seluruh tim terus bekerja di lapangan sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengedepankan kualitas,” ujar Dirmala saat dikonfirmasi awak media, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, pembangunan penggantian Jembatan Lelone dengan panjang 10 meter kini memasuki tahap penting, yakni pekerjaan galian susunan serta penurunan sumuran yang menjadi fondasi utama konstruksi jembatan. Tahapan tersebut dinilai sangat krusial karena berkaitan langsung dengan kekuatan dan ketahanan struktur jembatan dalam jangka panjang.

Saat ini, personel di lapangan juga fokus pada penanganan bekisting sumuran guna memastikan proses pengecoran berjalan maksimal dan sesuai standar teknis. BPJN NTT menilai kualitas pekerjaan menjadi prioritas utama demi menghadirkan infrastruktur yang aman, kokoh, dan mampu menunjang aktivitas masyarakat di kawasan perbatasan.

“Kami berkomitmen menjaga kualitas pekerjaan demi infrastruktur berkelanjutan bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara penggantian Jembatan Lelone memiliki nilai kontrak sebesar Rp5.264.586.000 dengan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender serta masa pemeliharaan selama 180 hari.

Ia menegaskan bahwa BPJN NTT optimis proyek strategis tersebut dapat rampung tepat waktu sehingga segera memperkuat konektivitas dan akses masyarakat di wilayah perbatasan TTU.

About The Author