Bank NTT Siap Bantu Rakyat Kecil, 350 Miliar Resmi Dikucurkan untuk KUR
Kupang, SonafNTT-News.com. Kabar menggembirakan datang bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat produktif di Nusa Tenggara Timur. Bank NTT resmi menyiapkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 350 miliar sebagai langkah besar memperkuat ekonomi rakyat.
Pantauan media, Kebijakan ini terbuat dalam RUPS Bank NTT dan hal tersebut langsung menjadi perhatian publik karena menyasar masyarakat kecil yang selama ini sering kesulitan mendapatkan akses pinjaman dari perbankan. Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya modal usaha, kehadiran KUR dalam jumlah besar dianggap sebagai harapan baru bagi UMKM di NTT.
Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena usai RUPS Bank NTT di Kantor Gubernur NTT, Minggu (24/5/2026) menyampaikan bahwa dana tersebut dibagi untuk dua sektor utama. Sebesar Rp300 miliar diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah produktif, sementara Rp50 miliar dialokasikan khusus bagi pekerja migran Indonesia asal NTT.
Gubernur Melki yang mengajak masyarakat “silakan ke Bank NTT” untuk mengakses dana KUR dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah daerah ingin membuka akses permodalan seluas-luasnya bagi rakyat kecil.
Menurutnya, Program ini dinilai sangat penting karena masih banyak masyarakat produktif yang memiliki usaha, tetapi sulit berkembang akibat keterbatasan modal dan minimnya akses ke lembaga keuangan formal. Mulai dari pedagang kecil, petani, nelayan, peternak, hingga pelaku usaha rumahan kini memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan pembiayaan.
Yang paling menarik perhatian adalah adanya alokasi khusus bagi pekerja migran Indonesia asal NTT. Selama ini PMI dikenal sebagai pahlawan devisa yang turut menopang ekonomi keluarga di daerah. Dengan dukungan KUR Rp50 miliar, pemerintah berharap para pekerja migran tidak hanya bekerja di luar negeri, tetapi juga mampu membangun usaha mandiri ketika kembali ke kampung halaman.
Tak hanya soal kredit, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT juga menghasilkan tambahan penyertaan modal dari sejumlah pemerintah daerah. Kabupaten Malaka menambah modal Rp5 miliar, Kabupaten Alor Rp3 miliar, dan Pemerintah Provinsi NTT sebesar Rp30 miliar.
Ia menegaskan bahwa tambahan modal ini menunjukkan adanya dukungan serius pemerintah daerah untuk memperkuat posisi Bank NTT sebagai bank pembangunan daerah yang benar-benar berpihak pada ekonomi rakyat.
