HUT ke-25 PLN NTT, 57.750 Mangrove Siap Hijaukan Pesisir
Kupang, SonafNTT-News.com. Dalam momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-25 PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), PLN menunjukkan bahwa energi untuk negeri tidak hanya diwujudkan melalui listrik yang andal, tetapi juga lewat aksi nyata menjaga lingkungan.
Bertempat di Pantai Muara Abu, Oesapa Barat, Kota Kupang, Jumat (12/6/2026), PLN UIW NTT meluncurkan program penanaman 57.750 bibit mangrove yang akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2028. Program ini menjadi salah satu gerakan restorasi pesisir terbesar yang digagas PLN di NTT, dengan menyasar tiga kawasan strategis yakni Pantai Beringin di Kecamatan Sulamu, Desa Tanah Merah di Kecamatan Kupang Tengah, dan Pantai Talibura di Kabupaten Sikka.
Langkah ambisius tersebut menjadi bukti bahwa perayaan HUT ke-25 PLN NTT tidak sekadar diramaikan dengan seremoni, tetapi diisi dengan warisan lingkungan yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat pesisir dalam jangka panjang. Mangrove dikenal sebagai benteng alami yang mampu menahan abrasi, mengurangi dampak perubahan iklim, serta menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut.
Suasana peluncuran program berlangsung penuh semangat kolaborasi. Ratusan peserta dari berbagai unsur pemerintah, komunitas lingkungan, tokoh adat, hingga masyarakat pesisir turun langsung menanam mangrove sebagai simbol komitmen bersama menjaga masa depan lingkungan NTT. Kehadiran sekitar 250 peserta menunjukkan tingginya kesadaran bahwa pelestarian alam merupakan tanggung jawab kolektif.
General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa penanaman puluhan ribu mangrove ini merupakan investasi ekologis jangka panjang. Menurutnya, PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan energi yang andal, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir yang menjadi ruang hidup masyarakat.
Program ini sekaligus memperkuat citra PLN sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan kelistrikan, tetapi juga aktif mendorong pembangunan berkelanjutan. Di tengah ancaman perubahan iklim dan kerusakan kawasan pesisir, langkah PLN NTT menanam 57.750 mangrove menjadi pesan kuat bahwa menjaga bumi harus dimulai dari tindakan nyata.
“Sebagai Perusahaan Milik Negara (komitmen PLN tidak pernah terbatas hanya pada menyediakan energi listrik yang andal. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), kami mengambil peran aktif di garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam. Penanaman 57.750 bibit mangrove hingga tahun 2028 ini diharapkan mampu menjadi benteng alami yang efektif mencegah abrasi, memulihkan ekosistem biota laut, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi baru berbasis ekowisata bagi masyarakat lokal,” ujar Eko.
Sinergi positif ini disambut hangat oleh pihak otoritas konservasi setempat. Kepala Seksi Konservasi BBKSDA NTT, Imanuel Ndun, S.Hut, M.Si., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi dan kepedulian yang ditunjukkan oleh insan PLN dalam menjaga wilayah konservasi laut.
“Langkah jangka panjang yang diambil oleh PLN dari tahun 2025 hingga 2028 ini adalah contoh nyata bagaimana korporasi dapat berjalan selaras dengan alam. Restorasi ekosistem mangrove di Pantai Beringin, Tanah Merah, dan Talibura memerlukan konsistensi yang tinggi. Kami dari BBKSDA siap mengawal dan bekerja sama agar puluhan ribu bibit yang ditanam dapat bertumbuh optimal dan memberikan dampak ekologis yang luas bagi kelangsungan lingkungan di NTT,” ungkap Imanuel.
Apresiasi mendalam juga diutarakan oleh Plt. Lurah Oesapa Barat, Natalia Surat Sanga, S.Sos. Ia menilai kehadiran program dari PLN ini memberikan suntikan semangat baru bagi masyarakat sekitar untuk semakin sadar akan pentingnya menjaga kawasan pantai.
“Kami atas nama Pemerintah Kelurahan Oesapa Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada PLN UIW NTT yang telah mendukung kami dalam pelestarian lingkungan dan menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Harapan kami kedepan, program ini bisa terus berkelanjutan dan ditingkatkan karena dampak positifnya sangat nyata dirasakan oleh masyarakat,” tutur Natalia.
Aksi penanaman simbolis di Pantai Muara Abu Oesapa ini berjalan khidmat dan penuh antusiasme. Seluruh elemen yang hadir—mulai dari manajemen PLN, pejabat kedinasan, hingga ratusan warga—bahu-membahu menancapkan anakan mangrove ke dalam lumpur pesisir. Melalui program berkelanjutan ini, PLN terus membuktikan jalannya sebagai perusahaan energi yang tidak hanya andal dalam menerangi, tetapi juga tulus dan konsisten dalam menghijaukan bumi Nusantara.
