daerah

Antonius Mahemba Dorong PLN Terangi Seluruh Dusun di Sumba, DPRD NTT Siap Kawal Anggaran dan Energi Terbarukan

Kupang, SonafNTT-News.com. Komitmen menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke pelosok kembali ditegaskan Anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai Golkar, Antonius Mahemba. Dalam audiensi bersama General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusa Tenggara, Mahemba secara tegas mendorong percepatan pembangunan jaringan listrik di seluruh wilayah Pulau Sumba, terutama desa dan dusun yang hingga kini masih belum menikmati layanan listrik PLN.

Menurut, wakil rakyat dapil Sumba Pertemuan pada beberapa waktu lalu menjadi momentum penting untuk membahas kondisi rasio elektrifikasi di Provinsi NTT yang masih menghadapi berbagai tantangan. Perhatian khusus diberikan kepada Pulau Sumba, terutama Kabupaten Sumba Barat Daya yang masih tercatat sebagai salah satu daerah dengan rasio elektrifikasi terendah di NTT setelah Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Antonius Mahemba lanjut menjelaskan bahwa listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi menjadi fondasi utama pembangunan daerah. Tanpa listrik yang memadai, masyarakat akan sulit mengembangkan usaha produktif, meningkatkan kualitas pendidikan, maupun memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal.

“Sudah saatnya jaringan listrik menyentuh seluruh dusun di Pulau Sumba. Tidak boleh ada lagi masyarakat yang tertinggal hanya karena belum terjangkau infrastruktur kelistrikan,” tegas Mahemba, saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu 20/6/2026

Ia menilai masih adanya desa dan dusun yang hidup tanpa listrik menunjukkan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur energi yang lebih merata dan berkeadilan. Sebagai wakil rakyat, dirinya berkomitmen mengawal berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan akses listrik bagi masyarakat

.
Selain mendorong PLN mempercepat pembangunan jaringan listrik, Mahemba juga menegaskan peran strategis DPRD NTT dalam mendukung ketersediaan anggaran pembangunan. Menurutnya, DPRD memiliki fungsi penting dalam pengesahan APBD serta memperjuangkan masuknya dana dari pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan infrastruktur dasar, termasuk jaringan listrik ke wilayah terpencil.

“DPRD siap mengawal kebijakan dan penganggaran agar pembangunan jaringan listrik dapat berjalan lebih cepat. Dukungan dana pusat juga sangat penting untuk membuka akses listrik bagi masyarakat yang berada di daerah sulit dijangkau,” ujarnya.

Tidak hanya fokus pada elektrifikasi konvensional, Mahemba juga menaruh perhatian besar terhadap pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Pulau Sumba. Ia menilai Sumba memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan energi bersih di Indonesia, terutama melalui pemanfaatan energi surya dan mikrohidro.

Menurutnya, pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan pembangkit mikrohidro dapat menjadi solusi strategis untuk menjangkau wilayah-wilayah yang secara geografis sulit dilayani oleh jaringan listrik utama.

“Pulau Sumba memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar. Kita harus memanfaatkan peluang ini untuk mempercepat pemerataan listrik sekaligus mendukung pembangunan yang ramah lingkungan,” kata Mahemba.

Dorongan tersebut mendapat respons positif karena sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan akses energi yang lebih merata. Kehadiran listrik hingga ke dusun-dusun terpencil diyakini akan membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pelayanan kesehatan, serta mempercepat pertumbuhan daerah.

Antonius Mahemba menegaskan bahwa melalui audiensi dengan PLN UIP Nusa Tenggara menunjukkan bahwa isu elektrifikasi masih menjadi agenda prioritas pembangunan di NTT. Harapannya, sinergi antara DPRD, pemerintah, PLN, dan pemerintah pusat dapat mempercepat terwujudnya Pulau Sumba yang terang, maju, dan mandiri energi.

About The Author