Kefamenanu,SonafNTT-News.com.Komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur jalan nasional yang mantap di wilayah perbatasan terus dibuktikan. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2, Ryanto, ST, terus mempercepat penanganan pekerjaan preservasi Jalan Nasional ruas Batas Kota Kefamenanu–Halilulik–Atambua–Motain dengan tetap mengedepankan kualitas pekerjaan.
Hingga 26 Juni 2026, progres gabungan pekerjaan telah mencapai 55,60 persen. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa proyek strategis bernilai kontrak Rp23.501.682.000 dengan masa pelaksanaan 326 hari kalender itu berjalan sesuai target dan bahkan beberapa item pekerjaan berhasil melampaui rencana.
Ryanto menjelaskan, percepatan pekerjaan dilakukan melalui pengawasan lapangan yang intensif, pengaturan jadwal kerja yang efektif, serta koordinasi yang berkesinambungan dengan penyedia jasa agar setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengabaikan mutu konstruksi.
“Selain percepatan penyelesaian pekerjaan, tetapi juga kualitas hasil pekerjaan agar jalan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (27/6/2026).
Data progres menunjukkan sejumlah item pekerjaan mencatat deviasi positif. Pada pekerjaan rutin, realisasi mencapai 66,244 persen dari target 27,522 persen atau deviasi positif 38,7 persen. Pekerjaan holding juga menunjukkan realisasi 94 persen, jauh di atas rencana 59,173 persen.
Sementara itu, preservasi jalan pada koridor logistik mencatat realisasi 67,502 persen dari target 63,045 persen. Bahkan pekerjaan preservasi jalan yang mendukung kawasan sentra pangan (food estate) NTT mengalami lonjakan signifikan, dengan realisasi 34,823 persen, jauh melampaui target 6,464 persen.
Kemajuan juga terlihat pada pekerjaan preservasi jalan menuju simpul transportasi yang mencapai 17,293 persen dari target 8,069 persen, serta rehabilitasi jembatan dengan realisasi 66,164 persen, melampaui rencana 54,639 persen.
Menurut Ryanto, seluruh pekerjaan tersebut memiliki tujuan utama menjaga kondisi jalan nasional tetap mantap sehingga mampu melayani lalu lintas secara optimal, memperpanjang umur pelayanan jalan, serta mengurangi potensi kerusakan yang dapat menghambat aktivitas masyarakat.
Menurutnya, membangun infrastruktur, preservasi jalan ini menjadi bagian penting dalam menjaga denyut perekonomian wilayah. Ruas Jalan Kefamenanu– Halilulik– Atambua–Motain merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Belu, hingga kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Jalan yang mantap akan mempercepat distribusi barang dan jasa, memangkas biaya transportasi, memperlancar mobilitas masyarakat, serta meningkatkan daya saing ekonomi kawasan. Di sisi lain, kondisi jalan yang baik juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran pelayanan publik.
Ia menegaskan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan. Setiap item pekerjaan diawasi secara ketat agar memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, sehingga hasil pembangunan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memiliki ketahanan yang optimal
Ia menambahkan bahwa progres yang terus bergerak positif, BPJN NTT optimistis pekerjaan preservasi Jalan Nasional Batas Kota Kefamenanu– Halilulik–Atambua–Motain dapat diselesaikan sesuai jadwal. “ proyek ini diharapkan semakin memperkuat konektivitas wilayah, memperlancar arus logistik menuju kawasan perbatasan, mendukung pengembangan sentra pangan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur” pungkasnya.












