PLN UP2B NTT Perkuat “Jantung” Kelistrikan Pulau Timor Lewat Modernisasi Sistem Telekomunikasi

IMG-20260716-WA0011

Kupang, SonafNTT-News.com. PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban Nusa Tenggara Timur (UP2B NTT) terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Pulau Timor melalui modernisasi infrastruktur telekomunikasi pendukung. Upaya ini menjadi bagian dari strategi PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat

 

Berdasarkan informasi  yang diperoleh, pada Selasa (14/07),  Tim PLN UP2B NTT melakukan pemasangan Small Form-factor Pluggable (SFP) pada managed switch Sistem Timor, pengukuran jalur serat optik (optical fiber) menggunakan Optical Power Meter (OPM), serta pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan komunikasi. Peningkatan ini memungkinkan proses pemantauan, pengendalian, hingga penanganan gangguan berlangsung secara real-time dengan respons yang lebih cepat dan akurat.

 

Penguatan sistem telekomunikasi menjadi fondasi penting bagi operasional kelistrikan modern. Dengan jaringan komunikasi yang semakin andal, PLN optimistis kualitas layanan kepada pelanggan akan terus meningkat sekaligus mendukung ketahanan pasokan listrik di Pulau Timor.

 

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa modernisasi sistem telekomunikasi ini merupakan bagian dari komitmen besar PLN dalam membangun sistem kelistrikan tangguh berbasis teknologi digital.

 

“Keandalan pasokan listrik tidak hanya bertumpu pada performa pembangkit dan jaringan transmisi, melainkan juga pada sistem komunikasi yang menjadi tulang punggung pengendalian operasi. Lewat penguatan infrastruktur telekomunikasi ini, PLN memastikan proses monitoring dan kontrol sistem berjalan lebih cepat serta akurat demi pelayanan optimal bagi masyarakat,” ujar Eko.

 

Ia menambahkan, transformasi digital yang masif dilakukan PLN merupakan langkah strategis untuk merespons kebutuhan listrik yang terus berkembang pesat di NTT.

 

“Kami optimis modernisasi ini tidak hanya menjaga kontinuitas pasokan listrik, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Nusa Tenggara Timur,” imbuhnya.

 

Penguatan infrastruktur telekomunikasi ini menjadi fondasi penting dalam menyokong pengoperasian kelistrikan berbasis Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA). Dengan jaringan komunikasi yang stabil, pengiriman data telemetri, sinyal kontrol, dan informasi proteksi ke pusat kendali atau Regional Control Center (RCC) dapat berjalan tanpa hambatan.

 

Dampaknya, para dispatcher di RCC kini dapat melakukan manuver jaringan dengan waktu respons (response time) yang jauh lebih singkat saat terjadi dinamika sistem maupun gangguan di lapangan.

 

Sementara itu, PLH Manager PLN UP2B NTT, Aditya Lanang Estu, menjelaskan bahwa pemasangan modul SFP pada managed switch berhasil mendongkrak kualitas konektivitas antar perangkat  komunikasi. Hasilnya, koordinasi pengaturan beban di seluruh Gardu Induk (GI) menjadi kian optimal.

 

“Dengan infrastruktur yang lebih kokoh, risiko kehilangan data (loss of data) saat pemantauan dapat ditekan seminimal mungkin. Dispatcher kami kini bisa memonitor kondisi beban transformator, tegangan jaringan, hingga status pemutus tenaga (circuit breaker) di setiap GI secara instan tanpa jeda (delay). Hal ini membuat eksekusi penanganan gangguan di lapangan menjadi lebih cepat dan tepat,” jelas Aditya.

 

Melalui pemutakhiran infrastruktur telekomunikasi ini, PLN UP2B NTT sukses memperkuat sistem komunikasi yang menjadi urat nadi pengoperasian jaringan listrik di Pulau Timor. Modernisasi berkelanjutan ini menjadi bukti nyata kesiapan PLN dalam menghadirkan sistem kelistrikan yang lebih cerdas (smart grid), responsif, dan andal bagi seluruh pelanggan.